Alankanews.com,Kaur--Ratusan tenaga kesehatan (nakes) honorer di Kabupaten Kaur mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kaur, Senin (tanggal aksi). Mereka menggelar aksi damai untuk menuntut keadilan terkait proses perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Senin (13/01/2025).
Dalam aksi tersebut, para nakes, yang didominasi perempuan dan mengenakan seragam tenaga kesehatan, menyampaikan orasi secara bergantian. Mereka meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur mengajukan tambahan formasi untuk rekrutmen PPPK maupun ASN di bidang kesehatan.
Koordinator aksi, Dewi Rahayu, menyatakan bahwa proses seleksi ASN yang telah dilakukan dinilai tidak adil dan menindas para tenaga honorer yang telah lama mengabdi.
"Kami yang sudah mengabdi lebih dari lima tahun harus kalah dengan tenaga honorer yang baru bekerja satu atau dua tahun. Ini jelas tidak adil. Kami meminta Pemkab Kaur untuk segera membuat usulan tambahan formasi PPPK dan CPNS agar keadilan bisa ditegakkan," ujar Dewi dalam orasinya.
Sementara itu, salah satu tenaga honorer, Rina Marlina, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan yang berlaku.
"Kami sudah mengabdi dengan penuh dedikasi. Bahkan, di tengah keterbatasan fasilitas, kami tetap melayani masyarakat. Tapi, ketika ada kesempatan untuk menjadi ASN, kami justru merasa diperlakukan tidak adil," ujar Rina.
Menanggapi aksi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Kaur, H. Ahmad Firmansyah, menemui massa aksi dan berjanji akan memperjuangkan aspirasi mereka.
"Kami memahami tuntutan rekan-rekan nakes ini. DPRD akan berkoordinasi dengan Pemkab Kaur untuk membahas penambahan formasi PPPK atau ASN agar para tenaga honorer yang telah lama mengabdi mendapatkan keadilan," ujar Ahmad.
Aksi damai ini berlangsung kondusif dengan pengamanan dari pihak kepolisian. Para nakes berharap aspirasi mereka segera mendapat tanggapan positif dari pemerintah daerah.
Penulis : Dandi Febriawan
Editor : Andrini Ratna Dilla