Alankanews.com,Bengkulu--Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mengeluarkan rilis terkait pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu tahun 2023 di Bengkulu pada Selasa (06/02).
Dalan kesempatan tersebut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu Ir. Win Rizal, M.E., mengatakan ekonomi Provinsi Bengkulu Tahun 2023 tumbuh sebesar 4,26 persen, melambat dibandingkan Tahun 2022 yang mengalami pertumbuhan sebesar 4,31 persen.
"Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan usaha Jasa Lainnya sebesar 9,93 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 10,22 persen," ujar Rizal, Selasa (06/02).
Ia menambahkan, perekonomian Provinsi Bengkulu Tahun 2023 yang dihitung berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 96,56 triliun dan PDRB per kapita mencapai Rp 46,29 juta atau US$ 3.037,58.
Sedangkan ekonomi Provinsi Bengkulu Triwulan IV-2023 terhadap Triwulan IV-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 4,76 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,78 persen.

Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Selasa (06/02/(Foto:Annisa)
“Sementara dari sisi pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,40 persen,” jelasnya.
Ekonomi Provinsi Bengkulu Triwulan IV-2023 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,04 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 16,63 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 31,75 persen.
Ia meyakini tentu adanya upaya atau program-program yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam mengatasi laju pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu. Karena banyak faktor yang mempengaruhinya seperti sektor industri yang dipengaruhi oleh sektor pertanian. Jika pada sektor pertanian terjadi kelambatan maka tentu akan mempengaruhi sektor industri, yang artinya ada saling keterkaitan satu sama lainnya dan saling mempengaruhi.
“Kita berharap dengan penguatan sektor pertanian tentunya akan mensuport berbagai sektor lainnya. Karena sektor lainnya di luar sektor pertanian di Bengkulu ini ternyata bahan dasarnya dari dasar sektor pertanian,” tutupnya
Penulis : Annisa Putri Khafifa
Editor : Beta Kurnia