Alankanews.com,Mukomuko--Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu bergerak cepat untuk menangkap harimau yang diduga menyerang dan menewaskan seorang warga Desa Tunggal Jaya, Kabupaten Mukomuko. BKSDA telah membawa perangkap dari wilayah Putri Hijau dan berencana memasangnya di lokasi kejadian untuk menangkap harimau tersebut, Kamis (09/01/2025).
Pelaksana Tugas Kepala Desa Tunggal Jaya, Ujang Selamat, mengatakan bahwa perangkap akan dipasang menggunakan umpan kambing di dekat kebun kelapa sawit tempat jasad korban ditemukan. Langkah ini diambil untuk mencegah serangan lanjutan oleh satwa liar tersebut.
"Saat ini orang BKSDA membawa perangkap dari wilayah Putri Hijau ke Kabupaten Mukomuko, dan perangkap ini nanti dipasang untuk menangkap harimau yang memangsa warga Desa Tunggal Jaya," ujar Ujang.
Korban ditemukan tewas dengan luka parah di kebun kelapa sawit milik warga. Ibnu yang sehari-hari mencari rumput untuk pakan kambing ini diduga kuat menjadi korban serangan harimau.
Selain itu, unsur tripika, yaitu pihak Polsek, Koramil, dan kecamatan, telah turun ke lokasi untuk memantau situasi. Warga di RT 5 dan RT 6, yang berada di dekat lokasi kejadian, juga turut berjaga-jaga di depan rumah mereka untuk memastikan keamanan.
"Tempat kejadian berada di RT 6, sehingga warga di RT ini berjaga-jaga. Babinsa juga turut membantu menjaga keamanan," tambah Ujang.
Kondisi di Desa Tunggal Jaya kini cukup mencekam, karena harimau yang diduga menyerang korban masih berkeliaran di sekitar desa. Bahkan, hewan tersebut sempat terlihat hanya 20 meter dari rumah warga. Hal ini membuat sebagian besar warga memilih untuk menghentikan aktivitas di luar rumah untuk sementara waktu.
Ujang mengimbau warga agar tetap waspada dan menghindari bepergian sendirian.
"Kami mengimbau warga untuk waspada terhadap kemunculan harimau di wilayah ini, dan kalau bisa bepergian jangan sendiri untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya.
Dengan dipasangnya perangkap dan adanya pengamanan dari pihak berwenang, diharapkan harimau tersebut dapat segera ditangkap dan situasi di Desa Tunggal Jaya kembali kondusif.
Penulis : Elvina Rosa
Editor : Andrini Ratna Dilla