Simak Sejarah Dibangunya Masjid Istiqlal, Masjid Terbesar di Asia Tenggara!

Masjid Istiqlal di Jakarta adalah masjid terbesar di Asia Tenggara, di Jakarta, Sabtu (07/09)/(Foto:Aisyah)

Alankanews.com,Jakarta-- Masjid Istiqlal di Jakarta adalah masjid terbesar di Asia Tenggara dan merupakan simbol persatuan serta kemerdekaan Indonesia. Dibangun sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia, nama "Istiqlal" sendiri berarti "kemerdekaan" dalam bahasa Arab.

Ide pembangunan masjid ini pertama kali muncul pada tahun 1950, oleh KH. Wahid Hasyim (Menteri Agama saat itu) dan H. Anwar Tjokroaminoto. Mereka mengusulkan untuk membangun masjid nasional sebagai simbol kemerdekaan negara baru Indonesia.

Presiden Soekarno meletakkan batu pertama pada tanggal 24 Agustus 1961. Soekarno juga bertindak sebagai arsitek utama dalam perencanaan dan pengawasan pembangunan masjid ini.

Masjid Istiqlal dirancang oleh arsitek Frederich Silaban, seorang Kristen Protestan dari Sumatra Utara, yang memenangkan sayembara desain masjid pada tahun 1955. Desain Silaban dipilih karena mampu menggabungkan konsep modern dengan nilai-nilai keagamaan.

Pembangunan masjid ini memakan waktu cukup lama, sekitar 17 tahun, karena kompleksitas desain dan situasi politik serta ekonomi Indonesia saat itu. Masjid Istiqlal akhirnya diresmikan pada 22 Februari 1978 oleh Presiden Soeharto.

Masjid ini dibangun di bekas taman Wilhelmina, yang bersebelahan dengan Gereja Katedral Jakarta. Penempatan ini merupakan simbol toleransi antarumat beragama di Indonesia.

Masjid Istiqlal dapat menampung lebih dari 200.000 jamaah di area seluas sekitar 9,5 hektar. Masjid ini memiliki lima lantai dan satu kubah besar dengan diameter 45 meter, melambangkan lima rukun Islam dan kemerdekaan Indonesia (merdeka pada tahun 1945).

Masjid Istiqlal tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan budaya bagi umat Islam di Indonesia.

 

 

Penulis : Aisyah Aprielia Lupti

Editor : Andrini Ratna Dilla