Telur Asin Kian Diminati, Peluang Usaha Menjanjikan di Bengkulu

Telur asin kini semakin populer di kalangan warga Kota Bengkulu. Foto : Gita KMS

Alankanews.com - Telur asin kini semakin populer di kalangan warga Kota Bengkulu. Rasanya yang gurih, harga terjangkau, serta daya simpan yang relatif lama membuat olahan ini merambah hingga ke warung makan dan lapak-lapak kecil di berbagai sudut kota.

Tingginya permintaan mendorong pelaku usaha lokal untuk meningkatkan produksi. Salah satunya Dewi, peternak bebek di Jalan Citandui, Kelurahan Lingkar Barat, Kecamatan Gading Cempaka. Sebelum 2024, ia lebih fokus membudidayakan bebek pedaging dan petelur.

Awalnya, Dewi hanya memproduksi 10–20 butir per hari sambil mempelajari teknik pengolahan melalui YouTube dan komunitas pengrajin telur asin di Jawa. Namun, cita rasa asin khas Jawa dinilai kurang cocok bagi lidah warga Bengkulu. “Kalau terlalu asin, orang Bengkulu biasanya tidak mau beli. Jadi, saya mengubah komposisi dari 1 kilogram garam untuk 3 kilogram media menjadi 1 kilogram garam untuk 6 kilogram media,” jelasnya.

Memasuki tahun kedua, produksi Dewi melonjak menjadi sekitar 10 karpet per hari. Telur asin dijual eceran seharga Rp4.000 per butir, sedangkan untuk pembelian satu karpet dibanderol Rp3.500 per butir. Dari penjualan tersebut, ia mampu meraup keuntungan hingga Rp300 ribu per hari.

Keberhasilan ini memicu minat warga sekitar untuk mencoba usaha serupa dalam skala kecil. Usaha telur asin dinilai memiliki prospek cerah selama permintaan tetap tinggi dan masyarakat semakin terbiasa menjadikannya menu pendamping sehari-hari.

Penulis : Gita KMS