Ternak Sapi dan Kerbau di Bengkulu Tengah Rentan Wabah Penyakit Akibat Pola Pemeliharaan Lepas Liar

Plt Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Tengah, Helmi Yuliandri saat diwawancara,Selasa (18/02/2025).Foto:Alwi/Alankanews.com

Alankanews.com, Bengkulu Tengah -- Pola pemeliharaan lepas liar pada ternak sapi dan kerbau di Kabupaten Bengkulu Tengah menjadi salah satu penyebab utama rentannya hewan ternak terjangkit wabah penyakit. Hingga tahun 2025, wabah penyakit seperti ngorok dan jembrana masih sering ditemukan dan menyebabkan kematian mendadak pada ternak dengan ciri mulut berbusa.  

Plt Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Tengah, Helmi Yuliandri, menjelaskan bahwa pola pemeliharaan lepas liar membuat daya jelajah ternak sangat luas sehingga risiko penularan penyakit menjadi tinggi.

 "Sangat sedikit sapi dan kerbau yang dikandangkan secara penuh. Dengan pola lepas liar ini, hewan ternak memiliki daya jelajah yang luas sehingga rentan tertular penyakit," ungkap Helmi.  

Menurut Helmi, potensi Bengkulu Tengah sebagai sentra daging sapi dan kerbau sangat tinggi, namun pola peternakan yang belum maksimal menjadi kendala utama dalam pengendalian wabah penyakit. 

"Pola pemeliharaan lepas liar menyulitkan dalam penanganan penyakit karena sulit melokalisir dan melakukan penyembuhan pada koloni yang terjangkit," tambahnya.  

Sebagai langkah pencegahan, Helmi mengimbau para peternak untuk mulai mengandangkan hewan ternaknya agar lebih mudah dalam pemantauan dan penanganan penyakit. Selain itu, perawatan dan kebersihan kandang juga ditekankan sebagai upaya mengurangi risiko penyebaran wabah penyakit.  

"Jika hewan ternak dikandangkan, kita bisa lebih mudah melakukan pemantauan dan pengobatan jika terjadi wabah. Kami juga akan terus mendorong pola peternakan yang lebih baik di Bengkulu Tengah," jelas Helmi.  

Dengan potensi yang dimiliki, diharapkan Bengkulu Tengah dapat mengoptimalkan pola peternakan yang lebih efektif untuk meningkatkan produktivitas dan meminimalkan risiko penyakit pada ternak sapi dan kerbau.

 

Reporter : Alwi Eka

Editor : Andrini Ratna Dilla