Alankanews.com, Bengkulu -- Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing menyelesaikan kegiatan retreat terakhir mereka di Magelang. Kegiatan retreat tersebut merupakan bagian dari proses persiapan kepemimpinan mereka di Kota Bengkulu. Setelah kegiatan tersebut, kedua pemimpin ini dijadwalkan untuk kembali ke Kota Bengkulu pada Sabtu (1/3/2025) mendatang.
Setibanya di Bengkulu, Walikota dan Wakil Walikota yang baru dilantik ini akan disambut dengan arak-arakan keliling kota sebagai bagian dari perkenalan mereka kepada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi momen yang mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat serta memberi gambaran kepada warga tentang kepemimpinan yang akan mereka jalani selama lima tahun ke depan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bengkulu, Hendri Kurniawan, menjelaskan ada dua alternatif rute yang telah disiapkan untuk arak-arakan tersebut. Jika cuaca memungkinkan, arak-arakan akan dimulai dari Bandara Fatmawati Soekarno, melintasi Pagar Dewa, menuju Kilometer 8, dan berlanjut ke simpang Bank Fadhilah. Dari simpang Fadhilah, arak-arakan akan berbalik arah ke Kampung Bali, kemudian menuju Suka Merindu, Tanjung Agung, Tanjung Jaya, dan berakhir di simpang Nakau.
Hendri menambahkan, dari simpang Nakau, arak-arakan akan lebih cepat, dengan dilakukan rekayasa lalu lintas untuk memberikan kesempatan bagi Walikota dan Wakil Walikota melintas dengan lancar. Kendaraan dengan tonase tinggi akan diberhentikan untuk memberikan prioritas kepada rombongan Walikota dan Wawali yang menuju ke arah ring road dan akhirnya berakhir di Balai Kota Merah Putih.
Namun, jika cuaca ekstrem atau hujan mengganggu kelancaran arak-arakan, alternatif kedua akan diterapkan. Rute alternatif tersebut adalah dari Bandara Fatmawati Soekarno langsung menuju Balai Kota Merah Putih melalui jalan Mayor (TNI) Boerhan Dahri, Kelurahan Pekan Sabtu.
Setibanya di Pendopo Merah Putih, Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu akan disambut dengan penuh adat oleh para tokoh adat setempat. Mereka akan diiringi oleh rebana sebagai bagian dari tradisi penyambutan, dan acara akan ditutup dengan ramah tamah bersama masyarakat dan undangan.
Acara ini diharapkan menjadi momen bersejarah yang tidak hanya merayakan kepemimpinan baru, tetapi juga memperkuat tali persaudaraan antara pemerintah dan masyarakat Kota Bengkulu.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla