Alankanews.com,Bengkulu Tengah--Masyarakat Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah, mengeluhkan kualitas layanan air PDAM yang semakin buruk, dengan pasokan air yang sangat kecil bahkan sering mati. Hal ini mengganggu aktivitas sehari-hari warga yang terpaksa mencari sumber air alternatif, seperti sungai atau sumur tetangga, untuk memenuhi kebutuhan air mereka, Selasa (04/02/2025).
Desi, seorang ibu rumah tangga, mengungkapkan bahwa terbatasnya pasokan air PDAM sangat menghambat pekerjaan rumah tangganya.
"Setiap hari hanya beberapa jam saja air mengalir. Meskipun airnya jernih, debitnya sangat kecil. Kami sangat membutuhkan air terutama di pagi dan sore hari, karena banyak aktivitas di dapur yang memerlukan air, seperti memasak dan mencuci," kata Desi.
Padahal, ia dan banyak warga lainnya sudah membayar iuran PDAM secara rutin setiap bulan, dengan rata-rata tagihan mencapai lebih dari Rp100.000. Meskipun begitu, pasokan air yang mereka terima tidak sebanding dengan jumlah yang dibayarkan, mengakibatkan mereka kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pihak PDAM setempat sebelumnya menyebutkan bahwa salah satu penyebab utama gangguan pasokan air adalah adanya kebocoran pada pipa distribusi. Perbaikan yang memerlukan waktu cukup lama menjadi alasan mengapa pasokan air sering terhambat. Hal ini semakin menambah beban bagi warga yang harus berjuang mendapatkan air bersih untuk kebutuhan dasar mereka.
Masyarakat berharap agar PDAM segera menemukan solusi untuk mengatasi masalah ini dan memastikan pasokan air yang lebih lancar bagi warga Karang Tinggi.
Penulis : Alwi Eka
Editor : Andrini Ratna Dilla