Baju Adat Bengkulu, Ini Sejarahnya

Baju adat bengkulu, di Bengkulu, Minggu (25/08)/(Foto:Aisyah)

Alankanews.com, Bengkulu-- Sejarah baju adat Bengkulu mencerminkan pengaruh budaya Melayu yang kuat serta akulturasi dengan budaya lain yang datang ke Bengkulu melalui perdagangan dan kolonialisme. Bengkulu, sebagai daerah yang strategis di pesisir barat Pulau Sumatera, telah menjadi persinggahan berbagai bangsa, seperti Melayu, Minangkabau, Bugis, hingga bangsa Eropa.

Bengkulu secara historis adalah bagian dari kebudayaan Melayu. Ini tercermin dalam baju adatnya yang memiliki kemiripan dengan pakaian adat dari wilayah Melayu lainnya seperti Sumatera Barat, Riau, dan Aceh. Baju kurung dan sarung songket, yang menjadi ciri khas pakaian adat Bengkulu, adalah bagian dari pakaian tradisional Melayu yang melambangkan kesopanan dan kehormatan.

Selain budaya Melayu, ada juga pengaruh dari Minangkabau (Sumatera Barat) dalam pakaian adat Bengkulu. Ini dapat dilihat dalam penggunaan songket dan destar, yang juga umum dalam pakaian adat Minangkabau. Songket merupakan kain tenun tradisional yang dipengaruhi oleh teknik dan motif dari Minangkabau.

Seiring dengan penyebaran Islam di Bengkulu, busana adat di sana mulai menyesuaikan dengan norma-norma Islam. Pakaian adat yang sopan dan menutup aurat, seperti baju kurung bagi wanita dan baju cekak musang untuk pria, menjadi standar.

Selama masa penjajahan Inggris dan Belanda, Bengkulu juga mengalami pengaruh budaya Eropa. Meskipun pengaruh ini tidak terlalu besar pada pakaian adat, beberapa elemen seperti penggunaan kain brokat dan penambahan aksesori logam mungkin mendapat pengaruh dari peradaban Barat yang mendatangi Bengkulu saat itu.

Pakaian adat Bengkulu, terutama yang berbahan songket dengan benang emas atau perak, sering kali menjadi simbol status sosial. Penggunaan songket dan aksesori logam berharga dalam pakaian adat melambangkan kekayaan dan kehormatan keluarga yang memakainya.

Pakaian adat Bengkulu secara tradisional dikenakan pada acara-acara penting seperti pernikahan, upacara adat, dan acara keagamaan. Dalam konteks ini, pakaian adat tidak hanya berfungsi sebagai pakaian biasa, tetapi juga sebagai bagian dari ritual yang sarat dengan makna budaya dan spiritual.

Saat ini, pakaian adat Bengkulu masih dilestarikan, tetapi juga mengalami beberapa penyesuaian dan modifikasi agar sesuai dengan tren modern. Meski begitu, nilai-nilai tradisional dan makna simbolis dari pakaian adat ini tetap dijaga oleh masyarakat Bengkulu.

Secara keseluruhan, baju adat Bengkulu mencerminkan kekayaan budaya dan sejarah panjang daerah ini yang dipengaruhi oleh berbagai peradaban yang pernah singgah dan berkembang di Bengkulu.

Berikut adalah beberapa elemen utama dari baju adat Bengkulu:

Untuk Pria:
1. Baju Kurung Cekak Musang:
  - Baju ini adalah atasan berlengan panjang dengan kerah tinggi (cekak musang), biasanya berwarna cerah seperti merah, kuning, atau hijau. Baju ini biasanya dipadukan dengan sarung songket yang dililitkan di pinggang.

2. Sarung Songket:
  - Sarung songket adalah kain tradisional yang dihiasi dengan benang emas atau perak, memberikan kesan mewah dan elegan. Kain ini dililitkan di pinggang, menutupi sebagian celana.

3. Ikatan Kepala atau Destar:
  - Destar adalah penutup kepala yang terbuat dari kain songket, diikat dengan cara tertentu untuk menambah kesan anggun dan gagah.

4. Aksesori:
  - Pria biasanya mengenakan kalung, pending (ikat pinggang hias), dan cincin yang melambangkan status sosial.

Untuk Wanita:
1. Baju Kurung Bersongket:
  - Wanita mengenakan baju kurung yang biasanya terbuat dari bahan songket dengan warna-warna cerah seperti emas, merah, atau hijau. Baju ini panjangnya sampai lutut dan dilengkapi dengan kain songket yang digunakan sebagai sarung.

2. Kain Songket:
  - Seperti pada pria, kain songket juga digunakan oleh wanita, biasanya dipadukan dengan selendang songket yang diletakkan di atas bahu sebagai aksen tambahan.

3. Mahkota atau Siger:
  - Wanita mengenakan mahkota yang disebut "Siger" di kepala, yang sering kali terbuat dari logam berlapis emas dengan hiasan bunga atau ukiran.

4. Aksesori Tambahan:
  - Aksesori seperti gelang, kalung, anting besar, dan bros adalah bagian penting dari pakaian adat wanita Bengkulu, menambah kemewahan dan keanggunan.

 

Penulis : Aisyah Aprielia Lupti

Editor : Andrini Ratna Dilla