Batagor Lezat Asal Bandung Kian Diminati, Cita Rasa Khas Bikin Ketagihan

Kuliner legendaris khas Kota Bandung, batagor (bakso tahu goreng), kembali mencuri perhatian pecinta jajanan tradisiona, Kamis (26/06/2025). Foto : Cyntia / Alankanews.com

 

Alankanews.com, Bengkulu – Kuliner legendaris khas Kota Bandung, batagor (bakso tahu goreng), kembali mencuri perhatian pecinta jajanan tradisional. Dengan perpaduan rasa gurih dari tahu dan adonan ikan yang digoreng renyah, serta siraman saus kacang yang kaya rempah, batagor kini tak hanya digemari di daerah asalnya, tetapi juga mulai merambah pasar nasional hingga luar negeri.

Salah satu penjual batagor yang tengah naik daun adalah Batagor Mang Asep, yang berlokasi di kawasan Dago, Bandung. Dalam sehari, kedai ini bisa menjual lebih dari 300 porsi batagor, baik untuk makan di tempat maupun melalui pesanan daring.

“Kunci kelezatan batagor ada di komposisi ikan tenggiri yang segar dan racikan bumbu kacangnya. Kami menjaga resep turun-temurun dari orang tua,” ujar Asep, pemilik usaha yang telah berdiri sejak 1998.

Di tengah gempuran makanan cepat saji modern, batagor tetap eksis berkat keunikan rasanya yang khas dan mudah diterima oleh semua kalangan. Penggunaan bahan-bahan alami serta teknik pengolahan tradisional menjadi daya tarik utama kuliner ini.

Para pelanggan mengaku tak bosan menyantap batagor, terutama karena teksturnya yang renyah di luar namun lembut di dalam, berpadu sempurna dengan saus kacang yang pedas manis dan segar.

“Setiap kali ke Bandung, pasti cari batagor. Rasanya selalu bikin rindu kampung halaman,” ujar Rani, wisatawan asal Jakarta.

Kesuksesan batagor sebagai ikon kuliner juga didorong oleh promosi melalui media sosial serta dukungan dari program UMKM lokal. Dinas Koperasi dan UKM Jawa Barat mencatat, usaha batagor merupakan salah satu jenis kuliner yang mengalami pertumbuhan positif dalam tiga tahun terakhir.

“Kami akan terus memfasilitasi pelatihan dan bantuan peralatan produksi agar pelaku usaha batagor bisa bersaing secara nasional,” kata perwakilan dinas.

Reporter: Cyntia P

Editor: Gita KMS