Alankanews.com--Bengkulu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang berisiko meningkat selama musim penghujan.
Kepala Dinkes Kota Bengkulu, Joni Haryadi Thabrani, mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi peningkatan kasus DBD akibat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti. "Kami mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama di musim penghujan yang meningkatkan risiko penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk," ujar Joni, Rabu, (11/12/2024).
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinkes Kota Bengkulu mendorong masyarakat untuk melaksanakan langkah-langkah pencegahan dengan menerapkan pola hidup sehat melalui 5 M, yaitu:
-
Mengubur barang bekas yang bisa menampung air,
-
Menutup tempat penampungan air,
-
Menguras bak mandi atau penampungan air setidaknya dua kali dalam seminggu,
-
Menaburkan bubuk abate di tempat penampungan air yang sulit dibersihkan,
-
Mengganti air pada vas bunga secara rutin.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga pola makan dengan konsumsi gizi seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.
Dinkes Kota Bengkulu juga gencar melakukan sosialisasi di tingkat puskesmas untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan rumah guna mengurangi potensi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.
“Kami mengajak seluruh warga Kota Bengkulu untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar nyamuk Aedes Aegypti tidak berkembang biak. Ketika musim hujan datang, pastikan rumah kita bebas dari tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk,” tambah Joni.
Sebagai langkah lanjutan, Dinkes Kota Bengkulu akan melakukan fogging (pengasapan) jika ditemukan dua atau lebih kasus DBD yang terkonfirmasi melalui hasil laboratorium. Namun, Joni menekankan bahwa fogging hanya membantu mengurangi populasi nyamuk dewasa dan tidak bisa menjadi solusi utama dalam pencegahan DBD.
"Fogging akan dilakukan sesuai permintaan masyarakat, tetapi upaya utama dalam pencegahan tetap terletak pada kebersihan lingkungan," Tutupnya.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla