Dinas Sosial Kota Bengkulu Lakukan Inspeksi Pengemis di Bulan Ramadan

Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Dr. Sahat Marulitua Situmorang, di Bengkulu, Selasa (04/03/2025).Foto:Aisyah/Alankanews.com

Alankanews.com,Bengkulu-- Menyambut bulan suci Ramadan, Dinas Sosial Kota Bengkulu melakukan inspeksi ke sejumlah titik di kota ini untuk menertibkan pengemis yang masih berkeliaran di persimpangan lampu merah. Pada Selasa (04/03/2025), Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Dr. Sahat Marulitua Situmorang, AP., MM., turun langsung ke lapangan untuk memantau situasi dan memberikan imbauan kepada masyarakat.

Dalam pemeriksaan tersebut, Bapak Situmorang menyatakan bahwa masih banyak pengemis yang beroperasi dengan berbagai modus di persimpangan jalan. Beberapa di antaranya berpura-pura berjualan tisu, namun kenyataannya mereka sedang mengemis. Berdasarkan hasil penyelidikan Dinas Sosial, sejumlah pengemis yang beroperasi di Kota Bengkulu ternyata memiliki aset yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menyalurkan bantuan atau sedekah mereka ke tempat yang lebih tepat, seperti masjid atau lembaga sosial yang resmi. Hal ini agar bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan," ujar Bapak Situmorang dalam keterangannya kepada media.

Selain itu, Bapak Situmorang menjelaskan bahwa para pengemis sering menggunakan berbagai modus untuk menarik simpati masyarakat. Salah satunya adalah berpura-pura mengalami kesulitan ekonomi atau menjual barang dengan harga yang tidak wajar. Hal ini menyulitkan masyarakat dalam membedakan antara orang yang benar-benar membutuhkan bantuan dengan mereka yang hanya memanfaatkan belas kasihan orang lain.

Dinas Sosial Kota Bengkulu telah melakukan langkah strategis untuk menangani permasalahan ini, termasuk pendataan dan penertiban terhadap pengemis yang kerap beroperasi di berbagai kawasan kota. Mereka yang terbukti benar-benar membutuhkan akan diarahkan untuk memperoleh bantuan melalui program sosial pemerintah, sementara mereka yang terbukti menyalahgunakan simpati masyarakat akan diberikan pembinaan.

“Kami juga mengajak seluruh warga untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam menangani masalah ini. Jika menemukan pengemis yang mencurigakan, masyarakat dapat melaporkannya kepada pihak berwenang agar bisa segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Inisiatif ini disambut baik oleh warga setempat. Beberapa warga mengakui kesulitan dalam membedakan mana pengemis yang benar-benar membutuhkan dan mana yang berpura-pura. Salah satunya, Rina, seorang warga, menyatakan bahwa kini ia lebih memilih untuk menyalurkan sedekahnya melalui masjid atau lembaga sosial yang resmi.

Dengan adanya langkah ini, diharapkan masyarakat Kota Bengkulu dapat lebih bijak dalam memberikan bantuan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Pemerintah pun terus berupaya menciptakan kebijakan yang lebih efektif untuk menangani masalah sosial, terutama mengurangi jumlah pengemis yang masih berkeliaran di jalanan. Kesadaran dan kepedulian bersama diharapkan dapat menjadi kunci untuk menyelesaikan permasalahan ini secara berkelanjutan.

 

Penulis : Aisyah Aprielia Lupti

Editor : Andrini Ratna Dilla