Alankanews.com ,Bengkulu--Puluhan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hazairin (Unihaz) Bengkulu menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Rektorat, Rabu (19/02/2025) pagi. Aksi ini muncul sebagai bentuk protes atas ketidakjelasan dana yang mereka bayarkan untuk program praktik kerja industri (Prakerin) yang dijanjikan berlangsung di Malang dan Yogyakarta, namun gagal terealisasi.
Meski hujan deras dan angin kencang mengguyur, para mahasiswa tetap bertahan, berorasi menuntut kejelasan dari pihak kampus. Mereka menuntut transparansi aliran dana yang telah mereka setorkan, yang mencapai total Rp600 juta untuk 80 mahasiswa, dengan biaya Rp7,45 juta per orang.
Mahasiswa menduga adanya indikasi penipuan oleh biro perjalanan Lautan Biru Nusantara, yang menjadi pihak penyelenggara studi tour tersebut. Namun, hingga saat ini, tidak ada kejelasan apakah dana tersebut masih dapat dikembalikan atau akan digunakan untuk tujuan lain.
Koordinator aksi, Djody Indra, menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya menuntut pertanggungjawaban dari biro perjalanan, tetapi juga dari pihak kampus yang dianggap kurang tegas dalam menyelesaikan masalah ini.
“Kami ingin transparansi. Kami sudah membayar penuh untuk program ini, dan sekarang ada wacana pemindahan lokasi Prakerin ke Padang tanpa ada kejelasan. Ini tidak adil,” ujarnya.
Mahasiswa menolak opsi pemindahan lokasi Prakerin ke Padang karena dianggap tidak sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan. Mereka tetap bersikeras agar program ini dilaksanakan di Malang dan Yogyakarta, sesuai dengan perjanjian awal.
Selain itu, mereka juga menuntut pihak kampus untuk memastikan bahwa kasus ini dibawa ke ranah hukum.
“Jika memang ada unsur penipuan, maka ini harus diproses, baik secara pidana maupun perdata,” tambah Djody.
Hingga aksi berlangsung, Dekan Fakultas Hukum Unihaz, Alauddin, belum menemui mahasiswa, meski mereka terus mendesak agar beliau turun langsung memberikan klarifikasi.
Mahasiswa juga mengajukan tuntutan agar Dekan menandatangani surat pernyataan yang menjamin transparansi kasus ini. Jika Prakerin tetap ditunda atau batal, mahasiswa meminta agar dana mereka dikembalikan sepenuhnya.
Aksi ini menjadi sorotan, mengingat besarnya nominal yang terlibat dan dampaknya terhadap mahasiswa yang telah merencanakan program ini sejak lama. Hingga kini, belum ada keputusan resmi dari pihak kampus terkait langkah selanjutnya.
Reporter : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla