Harga Kebutuhan Pokok di Mukomuko Melonjak Jelang Ramadan 1446 H

Harga kebutuhan pokok di Kabupaten Mukomuko mengalami kenaikan yang signifikan, Senin (17/02/2025). Foto : Elvina / Alankanews.com

Alankanews.com, Mukomuko --  Menjelang bulan suci Ramadan 1446 Hijriah yang tinggal sekitar dua minggu lagi, harga kebutuhan pokok di Kabupaten Mukomuko mengalami kenaikan yang signifikan. Kenaikan harga ini mulai dikeluhkan oleh masyarakat karena belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Berdasarkan pantauan di Pasar Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko, beberapa komoditas utama mengalami lonjakan harga yang cukup drastis. Harga cabai merah yang sebelumnya Rp60 ribu per kilogram (kg) kini melonjak menjadi Rp80 ribu/kg. Sementara itu, cabai rawit yang sebelumnya Rp80 ribu/kg kini menjadi Rp100 ribu/kg.

Kenaikan harga juga terjadi pada gula pasir dari Rp21 ribu/kg menjadi Rp23 ribu/kg dan minyak goreng dari Rp23 ribu/kg menjadi Rp24 ribu/kg. Bawang merah yang sebelumnya dijual seharga Rp34 ribu/kg kini naik menjadi Rp38 ribu/kg, sedangkan bawang putih mengalami kenaikan dari Rp45 ribu/kg menjadi Rp48 ribu/kg.

Tak hanya itu, harga protein hewani seperti telur ayam ras dan daging ayam ras juga mengalami kenaikan. Telur ayam ras yang sebelumnya Rp50 ribu per karpet kini menjadi Rp67 ribu per karpet, sedangkan daging ayam ras naik dari Rp40 ribu/kg menjadi Rp43 ribu/kg.

Beberapa jenis sayuran juga ikut mengalami kenaikan harga. Harga tomat yang sebelumnya Rp10 ribu/kg kini menjadi Rp15 ribu/kg, sedangkan sayur kol naik dari Rp15 ribu/kg menjadi Rp17 ribu/kg. Yudi, seorang pedagang di Pasar Koto Jaya, mengungkapkan kebingungannya terkait penyebab kenaikan harga tersebut.

"Kami juga tidak tahu apa yang menyebabkan harga cabai dan beberapa sayuran mengalami kenaikan lagi. Yang pastinya untuk sayuran ini, dipasok dari Kerinci, sedangkan untuk kebutuhan pokok lainnya ada yang dari Kota Bengkulu dan dari Padang," ujarnya pada Senin (17/02).

Kenaikan harga kebutuhan pokok ini dikhawatirkan akan semakin membebani masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadan di mana permintaan cenderung meningkat. Para pedagang dan masyarakat berharap adanya langkah dari pemerintah daerah untuk menstabilkan harga demi menjaga daya beli masyarakat.

 

Penulis : Elvina Rosa

Editor : Andrini Ratna Dilla