Penerapan Bahasa Daerah sebagai Muatan Lokal Mulai Dijalankan di Sekolah Mukomuko

Kabid Diksar Disdikbud Kabupaten Mukomuko, Ramon Hoski, di Mukomuko, Minggu (12/01/2025).Foto:Elvina/Alankanews.com

Alankanews.com,Mukomuko--Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, menjalin kerja sama dengan Balai Bahasa Bengkulu untuk menerapkan muatan lokal bahasa daerah di tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP). Kerja sama ini bertujuan untuk melestarikan bahasa daerah dan memperkenalkan keberagaman budaya kepada generasi muda, Minggu (12/01/2025).

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Diksar) Disdikbud Kabupaten Mukomuko, Ramon Hoski, mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya melaksanakan program yang telah dijalankan oleh Balai Bahasa Bengkulu.

 “Penerapan bahasa daerah sudah menjadi program dari Balai Bahasa, yang menyediakan tenaga pengajar bahasa daerah untuk membantu implementasinya di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Di Kabupaten Mukomuko, terdapat beberapa bahasa daerah yang berkembang di masyarakat, antara lain bahasa Pekal, bahasa Sungai Ipuh, dan bahasa Melayu Mukomuko. Dari ketiga bahasa tersebut, bahasa Pekal sudah siap diajarkan sebagai muatan lokal karena sudah tersedia kamusnya. Hal ini mempermudah pengajaran di sekolah-sekolah setempat.

Namun, untuk bahasa Melayu Mukomuko, yang juga merupakan bahasa yang banyak digunakan oleh masyarakat, saat ini sedang dalam tahap pengkajian lebih lanjut. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko sedang mengembangkan kajian tentang dialek bahasa Melayu Mukomuko dengan melibatkan ahli bahasa. Tujuannya adalah agar bahasa ini dapat menjadi muatan lokal yang sesuai dengan standar pengajaran yang efektif di sekolah.

"Penerapan bahasa daerah sebagai muatan lokal di sekolah tidak hanya bertujuan untuk melestarikan bahasa, tetapi juga untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada siswa. Dengan adanya pelajaran bahasa daerah, diharapkan generasi muda Mukomuko dapat lebih menghargai dan memahami warisan budaya mereka, serta menjaga kelestariannya di masa depan," tutup Ramon Hoski

Penulis : Elvina Rosa

Editor : Andrini Ratna Dilla