Alankanews.com, Kota Bengkulu -- Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kota Bengkulu kembali melakukan penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Jalan KZ Abidin 2, tepat di depan Mega Mall, pada Rabu (12/03/2025). Penertiban ini sempat diwarnai ketegangan antara para pedagang dan petugas.
Pantauan di lokasi, sejumlah pedagang tampak tidak terima ketika barang dagangan mereka diangkut oleh petugas Satpol PP. Cekcok verbal pun terjadi antara pedagang dan petugas selama proses penertiban berlangsung. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu, Yurizal, menanggapi insiden tersebut dengan menegaskan bahwa pihaknya tetap berpegang pada prinsip penertiban yang tegas namun mengedepankan sikap yang baik.
"Penertiban ini tetap dilakukan dengan tegas, namun kami berusaha menjaga agar tidak menimbulkan masalah baru," ujar Yurizal saat dihubungi.
Yurizal juga mengakui adanya cekcok antara pedagang dan petugas.
"Itu hal yang biasa, pasti ada adu argumentasi, namun kami tetap melakukan tugas kami dengan profesional," jelasnya.
Meski penertiban sudah dilakukan, Yurizal menyebut bahwa pihaknya masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat mengenai langkah selanjutnya terkait keberadaan PKL tersebut.
"Kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut, dan sementara ini kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait," tambahnya.
Salah seorang pedagang, Supri, mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki masalah dengan penertiban yang dilakukan, namun ia merasa kecewa karena tidak ada tempat yang layak bagi para pedagang kaki lima untuk berjualan.
"Kami hanya ingin tempat yang layak untuk berjualan. Kejelasan soal pemindahan ke pasar pun masih wacana," keluh Supri.
Supri juga menyatakan bahwa belum ada kepastian mengenai pemindahan para pedagang ke pasar yang lebih tertata.
"Itu hanya isu-isu saja, di dalam pasar yang baru pun belum ada transaksi jual beli," ujarnya.
Ia berharap agar pemerintah dapat segera memberikan fasilitas yang layak dan memadai bagi para pedagang kaki lima, agar mereka bisa berjualan dengan nyaman dan tertata.
"Kami butuh tempat jualan yang layak," tutup Supri.
Keberadaan PKL di area tersebut memang menjadi perhatian, dan para pedagang berharap adanya solusi yang lebih konkret dari pemerintah agar mereka bisa beraktivitas dengan lebih tertib dan nyaman.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla