Pilkada Bupati dan Gubernur BS: 8 Kecamatan Selesai Pleno, 3 Kecamatan Masih Proses

Proses pleno rekapitulasi hasil pemungutan suara Pilkada Bupati dan Gubernur di Kabupaten Bengkulu Selatan, Minggu (01/12/2024).Foto:Muldianto/Alankanews.com

Alankanews.com,Bengkulu Selatan-- Proses pleno rekapitulasi hasil pemungutan suara Pilkada Bupati dan Gubernur di Kabupaten Bengkulu Selatan sudah berjalan hampir selesai. 

Dari 11 kecamatan, 8 kecamatan telah merampungkan pleno, sementara 3 kecamatan lainnya masih dalam tahap pleno, Minggu (01/12/2024).

Kecamatan yang sudah selesai melaksanakan pleno adalah Kecamatan Bunga Mas, Manna, Pino Raya, Kedurang Ilir, Pasar Manna, Pino, Kedurang, dan Bunga Mas. Sementara itu, tiga kecamatan yang belum selesai pleno adalah Kecamatan Kota Manna, Seginim, dan Air Nipis.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bengkulu Selatan, Erina Okriani, menyatakan bahwa jadwal pleno tingkat kecamatan sudah ditetapkan dan direncanakan selesai pada 3 Desember 2024. Namun, jika masih ada kecamatan yang belum selesai dalam waktu tersebut, proses pleno dapat diperpanjang.

“Sisa tiga kecamatan lagi, dan Insya Allah (proses pleno) selesai pada 3 Desember. Kalau belum selesai, akan ada perpanjangan waktu,” ungkap Erina.

Erina juga menambahkan bahwa selama proses pleno, tidak ada hambatan yang signifikan. Meskipun sempat ada beberapa protes dari saksi-saksi calon, hal tersebut dianggap sebagai bagian dari dinamika dalam proses demokrasi yang wajar.

“Masalah protes itu memang biasa terjadi dalam pleno, tapi tidak terlalu mengganggu. Semua proses dilakukan dengan transparan,” kata Erina.

Proses pleno juga diawasi oleh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di masing-masing kecamatan untuk memastikan tidak ada pelanggaran.

Komisioner KPU Bengkulu Selatan, Aspriantoni, menegaskan bahwa tugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) belum selesai dan masih akan dilanjutkan dengan pleno tingkat kecamatan serta pleno kabupaten. Ia juga mengingatkan agar seluruh proses pleno dilakukan secara jujur, adil, dan transparan, mengingat selisih suara antar pasangan calon (Paslon) yang cukup tipis.

"Kami memantau langsung di lapangan, dan kami ingatkan agar pleno dilakukan dengan hati-hati. Jangan sampai ada kesalahan, karena perolehan suara paslon sangat tipis. Lakukan secara terbuka dan jujur," tegas Aspriantoni.

Sementara itu, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bengkulu Selatan, M. Arif Hidayat, memastikan bahwa pengawasan terhadap Pilkada tidak berhenti setelah proses pleno. Pengawasan akan terus dilakukan hingga seluruh tahapan Pilkada selesai.

"Alhamdulillah, selama pelaksanaan Pilkada sejauh ini kami belum menemukan pelanggaran yang signifikan. Namun, kami tetap mengingatkan seluruh pengawas di desa, kelurahan, dan kecamatan untuk tetap teliti dalam pengawasan pleno," kata Arif.

Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Florentus Situngkir SIK, memastikan bahwa pihaknya bersama TNI akan terus memberikan pengawalan ketat selama pleno berlangsung. Meskipun ada beberapa perdebatan dalam rapat pleno, ia menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban tetap menjadi prioritas utama.

"Saya hadir langsung untuk mengawasi pelaksanaan pleno di tingkat kecamatan. Kami mengimbau kepada semua pihak, terutama saksi dan pendukung paslon, untuk menjaga situasi yang kondusif dan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak ketertiban," ujar Kapolres Florentus.

Kapolres juga menambahkan bahwa pengawasan dan imbauan untuk menjaga keamanan akan diterapkan di seluruh tingkat PPK di wilayah hukum Polres Bengkulu Selatan. Ia menegaskan, segala upaya harus dilakukan untuk menjaga agar tidak terjadi gangguan keamanan yang dapat mengganggu proses demokrasi.

 

Penulis : Muldianto

Editor : Andrini Ratna Dilla