Alankanews.com, Asahan -- Mengantisipasi fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan, Pemerintah Kabupaten Asahan secara resmi meluncurkan rangkaian Operasi Pasar Reguler dan Pasar Khusus. Kegiatan yang dirancang untuk menjaga stabilitas ekonomi mikro ini dimulai secara perdana di Halaman Kantor Lurah Siumbut-Umbut, Kecamatan Kota Kisaran Timur, pada Senin (2/3/2026).
Acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Asahan, Rianto, SH, M.A.P, yang didampingi oleh sejumlah pejabat dari perangkat daerah terkait serta unsur pimpinan kecamatan setempat. Langkah ini merupakan bentuk kehadiran nyata pemerintah di tengah masyarakat untuk memastikan beban ekonomi warga tidak semakin berat akibat kenaikan harga komoditas pokok di pasar tradisional.
Kolaborasi Strategis dan Efisiensi Logistik
Program ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematang Siantar. Menariknya, operasi pasar kali ini tidak menggunakan skema subsidi anggaran langsung, melainkan mengandalkan strategi efisiensi rantai pasok.
Pemerintah memfasilitasi jalur distribusi pendek dengan menghadirkan para produsen dan distributor besar ke titik-titik pemukiman warga. Beberapa mitra strategis yang terlibat aktif dalam penyediaan stok meliputi:
Perum Bulog Cabang Kisaran (Penyedia stok beras kualitas medium dan premium).
PT Sintong Abadi dan PT Jampalan Baru (Penyedia minyak goreng dan gula pasir).
UD Tiga Puteri (Penyedia telur ayam ras).
Dengan memangkas peran perantara (middleman), komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur ayam dapat dijual dengan harga yang jauh lebih kompetitif dibandingkan harga eceran di pasar umum, namun tetap menguntungkan bagi pihak produsen.
Jaminan Stok dan Imbauan Belanja Bijak
Dalam pidato arahannya, Wakil Bupati Rianto menegaskan bahwa ketahanan pangan di Kabupaten Asahan saat ini berada pada level yang sangat aman. Ia meminta masyarakat untuk tidak merasa khawatir akan kekurangan pasokan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.
"Pemerintah menjamin bahwa stok kebutuhan pokok tersedia dalam jumlah yang cukup hingga pasca-lebaran. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan proporsional. Hindari tindakan penimbunan atau panic buying yang justru dapat merusak stabilitas harga yang sedang kita upayakan," tegas Rianto.
Lebih lanjut, beliau juga menyinggung pentingnya kemandirian pangan di tingkat rumah tangga. Pemkab Asahan mendorong warga untuk mulai memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing sebagai "apotek hidup" maupun sumber pangan mandiri, seperti menanam cabai dan sayuran, guna memperkuat pertahanan ekonomi keluarga terhadap inflasi.
Perluasan Jangkauan ke Lima Wilayah
Pelaksanaan di Kelurahan Siumbut-Umbut ini hanyalah langkah awal. Pemerintah Kabupaten Asahan telah menjadwalkan operasi pasar serupa di lima lokasi strategis lainnya di seluruh wilayah kabupaten. Pemilihan lokasi didasarkan pada tingkat kepadatan penduduk dan keterjangkauan akses bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Melalui langkah-langkah preventif ini, Pemkab Asahan optimis dapat menjaga daya beli masyarakat tetap stabil dan menekan laju inflasi daerah sepanjang bulan suci Ramadan hingga perayaan Idulfitri 1447 H mendatang. Seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan iklim ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan daerah. (Karya)