Alankanews.com,Bengkulu-- Saat bulan Ramadan, takjil manis seperti kolak, es buah, dan berbagai kue sering menjadi sajian favorit untuk berbuka puasa. Meskipun lezat dan menyegarkan, konsumsi takjil yang mengandung gula tinggi bisa berisiko bagi kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat diabetes.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Joni Haryadi Thabrani, mengungkapkan bahwa kasus diabetes di Bengkulu sudah mencapai lebih dari 2.600 orang. Ia pun menghimbau masyarakat untuk bijak dalam memilih menu berbuka agar kadar gula darah tetap terjaga selama berpuasa.
“Di Bengkulu, ada lebih dari 2.600 orang yang terdiagnosis diabetes. Oleh karena itu, kami mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi makanan manis secara berlebihan, terutama bagi mereka yang sudah mengidap diabetes,” ujar Joni saat ditemui pada Sabtu (8/3/2025).
Menurut Joni, diabetes disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah keturunan, pola makan yang buruk, serta gaya hidup yang tidak sehat.
“Diabetes itu bisa disebabkan oleh faktor keturunan, pola makan yang salah, serta pola hidup yang tidak sehat. Mengonsumsi gula secara berlebihan memang bisa memicu diabetes, meskipun ada riwayat keluarga yang mengidapnya. Semua itu bisa dicegah dengan pola makan yang sehat dan menghindari konsumsi gula berlebihan,” tambahnya.
Joni juga menekankan pentingnya kontrol rutin bagi penderita diabetes. Bagi mereka yang sudah memiliki riwayat diabetes, pemeriksaan rutin di puskesmas sangat diperlukan untuk memantau kadar gula darah dan mencegah komplikasi.
“Kami mengimbau agar pasien diabetes tetap melakukan kontrol kesehatan secara rutin di puskesmas. Bagi mereka yang belum pernah memeriksakan diri, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujar Joni.
Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa dari Januari hingga Desember 2024, sebanyak 2.691 orang berobat di puskesmas, dan 90,6% di antaranya rutin memeriksakan kesehatannya. Namun, masih ada sebagian masyarakat yang belum peduli terhadap kesehatan mereka, terutama dalam mengontrol kadar gula darah.
“Penting untuk kita sadari bahwa deteksi dini dan pemeriksaan rutin bisa membantu mencegah komplikasi lebih lanjut akibat diabetes. Oleh karena itu, kami terus mengedukasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatannya dan rutin memeriksakan gula darah,” tambahnya.
Dengan terus meningkatkan kesadaran dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang peduli dan rutin memeriksakan diri, serta menjaga pola makan sehat selama bulan Ramadan.