Angka Pengangguran di Rejang Lebong Turun 0,51 Persen pada 2024

Kepala Disnakertrans Rejang Lebong, Syamsir Madani, di Rejang Lebong, Minggu (19/01/2025).Foto:Sasti/Alankanews.com

Alankanews.comRejang Lebong--Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mengungkapkan bahwa angka pengangguran terbuka di wilayah tersebut pada 2024 mengalami penurunan sebesar 0,51 persen, Minggu (19/01/2025).

Kepala Disnakertrans Rejang Lebong, Syamsir Madani, menjelaskan bahwa saat ini angka pengangguran terbuka di Kabupaten Rejang Lebong tercatat sebesar 2,43 persen, turun dari 2,92 persen pada 2023.

 "Jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Rejang Lebong saat ini berada di angka 2,43 persen, turun 0,51 persen dari tahun 2023 yang sebesar 2,92 persen dari jumlah angkatan kerja," ujar Syamsir Madani.

Menurut Syamsir, pada 2023, pengangguran terbuka di Kabupaten Rejang Lebong berjumlah sekitar 5.000 orang dari total angkatan kerja yang mencapai 150.000 orang. Penurunan angka pengangguran ini, lanjutnya, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rejang Lebong pada 2024. Sektor-sektor yang berkontribusi terhadap penurunan angka pengangguran diantaranya adalah bidang pertanian, perikanan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sektor lainnya.

Syamsir menjelaskan bahwa turunnya angka pengangguran terbuka ini dipengaruhi oleh tiga faktor utama. Pertama, adanya perkembangan UMKM di tingkat kabupaten dan desa yang memberikan peluang kerja bagi masyarakat setempat. Kedua, adanya sekolah-sekolah menengah kejuruan (SMK) yang rutin menggelar bursa kerja atau job fair, yang menghubungkan pelajar dengan pelaku usaha dan perusahaan, baik di Provinsi Bengkulu, luar provinsi, maupun tingkat nasional. Ketiga, adanya motivasi bagi warga untuk bekerja ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). 

"Hingga saat ini, sudah ada ratusan warga Rejang Lebong yang bekerja sebagai PMI," tambah Syamsir.

Syamsir juga menjelaskan bahwa masyarakat yang bekerja ke luar negeri atau menjadi PMI biasanya mengajukan permohonan rekomendasi paspor di daerah tersebut. Mereka bekerja di berbagai negara tujuan, seperti Malaysia, Taiwan, Brunei Darussalam, Arab Saudi, dan beberapa negara Eropa.

Dengan turunnya angka pengangguran, Pemkab Rejang Lebong berharap dapat terus meningkatkan kesempatan kerja bagi masyarakat melalui berbagai program pengembangan dan pelatihan yang berkelanjutan.

Penulis : Sasti

Editor : Andrini Ratna Dilla