Antisipasi Cuaca Ekstrem, DLH Kota Bengkulu Lakukan Pemangkasan Pohon

Antisipasi Bencana Pohon Tumbang, di Bengkulu, Sabtu (21/12/2024). Foto: Aisyah/Alankanews.com

Alankanews.Com,Kota Bengkulu—Cuaca ekstrem yang melanda Kota Bengkulu belakangan ini telah menimbulkan sejumlah dampak, salah satunya meningkatnya kejadian pohon tumbang. Untuk mengantisipasi hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu mempercepat pemangkasan pohon di jalur protokol dan kawasan rawan lainnya, Sabtu(21/12/2024) Kemarin. 

"Kami terus berupaya menjaga keamanan dan mengurangi risiko pohon tumbang," ujar Kepala DLH Kota Bengkulu, Riduan. 

Menurut Riduan, pemangkasan pohon dilakukan hampir setiap hari, dengan fokus pada pohon-pohon tua yang rapuh serta pohon yang terlalu rimbun.

Salah satu area yang mendapat perhatian khusus adalah kawasan Padang Jati, yang kondisinya semakin terhimpit oleh pohon-pohon besar di kiri dan kanan jalan.

Selain itu, kawasan Tanah Patah juga menjadi perhatian, mengingat banyaknya pohon akasia yang cenderung lentur dan mudah terayun saat diterpa angin kencang.

"Pemangkasan pohon ini sudah dimulai sejak awal 2024, dan lebih dari 300 pohon telah diperbaharui. Namun, dengan cuaca ekstrem yang terus terjadi, risiko pohon tumbang tidak hanya terjadi pada pohon yang sudah tua, tetapi juga pada pohon yang masih muda," tambah Riduan.

Ia menjelaskan bahwa hujan lebat yang disertai angin kencang membuat permukaan tanah menjadi gembur, sehingga akar pohon menjadi lebih mudah terlepas.

Cuaca ekstrem diperkirakan akan terus berlangsung hingga tahun depan, sehingga DLH Kota Bengkulu berkomitmen memberikan respons cepat jika terjadi pohon tumbang, meski dengan keterbatasan sarana dan prasarana.

Dalam penanganan pasca-bencana ini, DLH akan berkolaborasi dengan instansi terkait, seperti BPBD dan Damkar, yang memiliki peralatan lebih lengkap.

Riduan juga mengimbau warga yang tinggal di kawasan pemukiman padat dan dekat pohon besar untuk lebih waspada. DLH siap membantu melakukan pemangkasan pohon-pohon yang berdekatan dengan rumah atau instalasi listrik. 

"Fokus kami adalah memangkas pohon yang berpotensi mengganggu instalasi listrik atau yang berada terlalu dekat dengan rumah warga. Kami siap membantu sesuai permintaan masyarakat," tutup Ridwan.

Penulis : Aisyah Aprielia Lupti

Editor : Andrini Ratna Dilla