Alankanews.com,Bengkulu Selatan-- Kodim 0408 melalui Babinsa Koramil 408-05 Manna mendampingi para petani dalam upaya pengairan lahan sawah menggunakan metode pompanisasi, Jumat (01/11/2024).
Hal ini dilakukan karena kondisi cuaca panas yang melanda kabupaten Bengkulu Selatan mengakibatkan persawahan yang sudah ditanami padi mengalami kekeringan.
Salah satu upaya yang dilakukan yaitu Serma Tamis yang tak kenal lelah terjun langsung mendampingi para petani dalam mengolah lahan persawahan.
Dandim 0408, Letkol CZI Bambang Santoso SH MSDS mengatakan, langka ini juga untuk memastikan ketersediaan air untuk sawah-sawah di wilayah binaan serta membantu mewujudkan impian besar bangsa Indonesia untuk swasembada pangan yang mandiri dan berkelanjutan.
"Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan pompanisasi berjalan lancar tanpa kendala,” jelas Bambang Santoso, Jumat (01/11/2024).
Dilanjut Bambang, meskipun di bawah terik matahari yang semakin menyengat. Serma Tamis bersama para petani di desa binaannya terus berjuang mengalirkan air menuju sawah-sawah yang mulai mengering.
"Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari misi besar yang menyatukan visi pemerintah dengan tekad kuat prajurit TNI di daerah," lanjutnya.
Dalam situasi pertanian yang menantang tersebut Serma Tamis tak hanya memberikan tenaga dan arahan semata. Tetapi juga menjadi sosok penyemangat bagi para petani yang bergantung pada air untuk menjaga keberlangsungan hidup mereka.
"Dengan penuh dedikasi, kami memastikan setiap langkah pompanisasi berjalan tanpa hambatan, agar setiap tetes air yang berhasil dialirkan dapat memberi kehidupan pada tanaman padi yang menjadi sumber pangan utama masyarakat," sambungnya.
Adapun pompanisasi yang dilaksanakan dengan bantuan Babinsa ini memiliki arti strategis dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Sebab langkah tersebut sebagai upaya yang dilakukan TNI sebagai bentuk komitmen untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
“TNI selalu siap membantu petani dalam meningkatkan produksi pertanian. Salah satu bentuk bantuannya adalah dengan terjun langsung ke lokasi pompanisasi serta melakukan pendampingan kepada petani di desa binaan seperti ini,” jelasnya
Pada kesempatan itu, Bambang juga menyampaikan keberhasilan swasembada pangan tidak hanya tergantung pada ketersediaan teknologi dan metode pengairan, tetapi juga semangat kolaborasi antara pemerintah, TNI dan para petani di lapangan
“Kami ingin memastikan para petani merasa didukung sepenuhnya oleh negara dan kami adalah perpanjangan tangan pemerintah yang akan selalu berada bersama mereka di saat sulit maupun senang,” tutupnya.
Penulis : Muldianto
Editor : Andrini ratna Dilla