Alankanews.com,Bengkulu--Bank Bengkulu menutup tahun 2024 dengan pencapaian kinerja yang sangat signifikan, tercatat mengalami peningkatan laba setelah pajak sebesar 20,96%, setara dengan Rp 17,38 milyar, dengan total laba mencapai Rp 100,34 milyar dibandingkan posisi pada Desember 2023, Jumat (31/01/2025).
Peningkatan kinerja ini didorong oleh berbagai indikator positif, termasuk peningkatan total Aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), dan penyaluran kredit. Direktur Utama Bank Bengkulu, Beni Harjono, mengungkapkan bahwa hasil audit yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Bambang Sudaryono dan Rekan menunjukkan kinerja yang sangat baik bagi bank ini di akhir tahun 2024.
Secara year-on-year (YoY), DPK Bank Bengkulu meningkat sebesar 16,17% menjadi Rp 8,20 triliun. Sementara itu, total kredit mengalami peningkatan yang sama sebesar 16,17% menjadi Rp 7,41 triliun. Total aset Bank Bengkulu juga tercatat meningkat sebesar 14,54%, dari Rp 9,04 triliun pada 2023 menjadi Rp 10,35 triliun pada 2024. Rasio CAR (Capital Adequacy Ratio) bank ini tercatat sebesar 24,89%.
Beni menambahkan bahwa pencapaian ini juga berkat upaya efisiensi dan efektivitas operasional yang terus dilakukan di seluruh lini perusahaan. Kepercayaan masyarakat dan mitra terhadap Bank Bengkulu menjadi salah satu faktor utama yang mendukung kinerja yang baik ini.
Menurut Beni, keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan penuh seluruh pemegang saham dan sinergi yang efektif dengan Bank BJB dalam kelompok usaha bank (KUB). Kolaborasi yang terjalin antara Bank Bengkulu dan Bank BJB mencakup berbagai aspek, mulai dari kolaborasi bisnis, integrasi sistem IT, sinergi digitalisasi, hingga penguatan kebijakan perbankan yang mendorong inovasi dan pertumbuhan kinerja bank.
Beberapa hasil sinergi dan kolaborasi yang sudah berjalan antara lain layanan BI-Fast, Agen Laku Pandai, layanan penerimaan pajak daerah melalui gerai Indomaret dan Alfamart, serta layanan produk syariah bersama Bank BJB Syariah seperti Dana Talangan Umroh, Tabungan Haji, dan Tabungan Emas. Bank Bengkulu juga terus bekerja sama dengan berbagai instansi vertikal seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Salah satu kontribusi penting yang dihasilkan dari digitalisasi adalah peningkatan signifikan dalam berbagai layanan digital. Pengguna mobile banking meningkat sebesar 33,52%, transaksi mobile banking naik 162,61%, dan transaksi debit meningkat 41,20%. Selain itu, transaksi multibiller meningkat 130,03%, sementara pengguna merchant QRIS tumbuh pesat hingga 733,25%, dengan utilisasi transaksi meningkat 781,94%.
Beni menegaskan, Bank Bengkulu akan terus berinovasi dalam mengembangkan layanan dan produk untuk meningkatkan keunggulan serta memberikan kemudahan akses layanan perbankan yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan kinerja yang semakin meningkat, Bank Bengkulu siap berperan lebih aktif dalam mendukung perekonomian Provinsi Bengkulu. Beni optimis bahwa Bank Bengkulu akan mencatatkan kinerja yang lebih baik di tahun 2025, dengan peluncuran berbagai inisiatif baru seperti Cash Management System (CMS), Super App, QRIS CPM & Tap NFC, Cardless, dan Acquirer. Sinergi bersama pemerintah daerah juga akan terus dilakukan untuk meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kemajuan Provinsi Bengkulu secara menyeluruh.