Alankanews.com,Mukomuko--Bantuan untuk keluarga Ibnu Oktavianto (22), warga Desa Tunggal Jaya, Kabupaten Mukomuko, yang meninggal dunia setelah diduga dimangsa harimau di kebun kelapa sawit, terus berdatangan hingga saat ini. Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Desa Tunggal Jaya, Ujang Selamat, Minggu (19/01/2025).
"Alhamdulillah, bantuan untuk keluarga korban yang dimangsa harimau terus berdatangan, baik dari dalam maupun luar desa ini," ujar Ujang Selamat.
Ibnu Oktavianto ditemukan tewas pada Selasa, 7 Januari 2025 sekitar pukul 23.30 WIB di kebun kelapa sawit milik Ari Cahyono. Korban yang sehari-hari mencari rumput untuk pakan kambing diduga menjadi mangsa harimau yang berkeliaran di wilayah tersebut.
Sebagai bentuk dukungan kepada keluarga korban, warga desa secara swadaya mengumpulkan dana. Bantuan ini digalang oleh rukun tetangga (RT) setempat, perangkat desa, dan juga menggunakan dana dari pendapatan asli desa (PADes).
"Dari sumbangan tersebut terkumpul uang sebesar Rp4 juta, yang telah diserahkan kepada orang tua korban," tambah Ujang.
Selain itu, bantuan juga datang dari sahabat "ngarit" (perkumpulan warga yang mencari rumput untuk ternak) yang berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp7 juta. Tak hanya itu, warga Desa Karang Jaya yang berbatasan langsung dengan Desa Tunggal Jaya turut memberikan sumbangan, bersama dengan donasi dari warga luar desa.
Pemerintah Desa Tunggal Jaya kini mendampingi petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Mukomuko yang akan mengunjungi rumah duka untuk memberikan dukungan lebih lanjut.
Ujang Selamat berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga korban yang tengah berduka. Sementara itu, kondisi di Desa Tunggal Jaya kini telah kembali normal. Warga melanjutkan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah yang sudah berjalan tatap muka.
Meski begitu, Kepala Desa tetap mengimbau warga, terutama petani, untuk selalu waspada.
"Kami mengingatkan agar petani yang akan panen tidak bekerja sendirian, melainkan bersama rekan-rekannya untuk mengantisipasi kemunculan harimau," tutup Ujang.
Penulis : Elvina
Editor : Andrini Ratna Dilla