Bawaslu Kota Bengkulu Lakukan Pemetaan TPS untuk Antisipasi Gangguan pada Pilkada 2024

Ketua Bawaslu Kota Bengkulu, Rahmat Hidayat, di Bengkulu, Senin (25/12/2024).Foto:Aisyah/Alankanews.com

Alankanews.com,Bengkulu-- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bengkulu telah menyelesaikan pemetaan terhadap tempat pemungutan suara (TPS) sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 November 2024. Pemetaan ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi kerawanan dan gangguan yang dapat terjadi pada hari pemungutan suara, Senin (25/12/2024).

Ketua Bawaslu Kota Bengkulu, Rahmat Hidayat, menjelaskan bahwa pemetaan TPS melibatkan empat indikator utama kerawanan dan 12 indikator yang perlu diantisipasi.

"Pemetaan ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan atau hambatan yang mungkin terjadi pada hari pemungutan suara di Kota Bengkulu," ujar Rahmat.

Pemetaan kerawanan ini mencakup delapan variabel dan 28 indikator yang diambil dari 67 kelurahan di sembilan kecamatan di Kota Bengkulu. Berdasarkan hasil pemetaan, ditemukan empat indikator utama yang menjadi potensi kerawanan di TPS:

  1. Pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebanyak 158 TPS.

  2. Pemilih disabilitas yang terdaftar dalam DPT tambahan (DPTb) sebanyak 127 TPS.

  3. Pemilih pindahan yang terdaftar di 92 TPS.

  4. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang merupakan pemilih di luar domisili TPS tempat bertugas sebanyak 44 TPS.

Rahmat menambahkan, selain empat indikator utama tersebut, terdapat 12 indikator lainnya yang meskipun tidak banyak terjadi, tetap perlu diantisipasi, seperti potensi pemilih yang memenuhi syarat tetapi tidak terdaftar dalam DPT, TPS yang berlokasi dekat dengan rumah pasangan calon atau posko tim kampanye, serta TPS yang berada di lokasi khusus.

Untuk menghadapi potensi kerawanan ini, Bawaslu Kota Bengkulu telah merancang sejumlah strategi pencegahan. Di antaranya adalah melakukan patroli pengawasan di wilayah TPS rawan, berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, melaksanakan sosialisasi dan pendidikan politik kepada masyarakat, serta berkolaborasi dengan pemantau pemilihan.

Selain itu, Bawaslu juga menyediakan posko pengaduan masyarakat yang dapat diakses secara langsung maupun daring, guna menampung laporan atau keluhan yang muncul selama proses pemilihan.

"Bawaslu Kota Bengkulu juga akan melakukan pengawasan langsung untuk memastikan ketersediaan logistik pemilihan di TPS serta pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara sesuai ketentuan," kata Rahmat.

Dengan langkah-langkah antisipatif ini, Rahmat berharap Pilkada di Kota Bengkulu dapat berjalan lancar, adil, dan bebas dari gangguan atau kecurangan, sehingga masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan tenang dan aman.

 

Penulis : Aisyah Aprielia Lupti

Editor : Andrini Ratna Dilla