BPBD Kota Bengkulu Catat 31 Bencana dengan Kerugian Rp585 Juta Sepanjang 2024

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu, Will Hopi, Sabtu (21/12/2024).Foto: Aisyah/Alankanews.com

Alankanews.com,Kota Bengkulu—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu mencatat sebanyak 31 peristiwa bencana sepanjang tahun 2024 dengan estimasi kerugian mencapai Rp585 juta, Sabtu (21/12/2024).

Data ini mencakup berbagai jenis bencana alam, seperti tanah longsor, banjir, dan cuaca ekstrem yang menyebabkan banyak pohon tumbang di sejumlah titik di kota tersebut.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu, Will Hopi, data tersebut diperoleh dari hasil evakuasi dan penanganan yang dilakukan oleh BPBD sepanjang tahun ini.

“Data itu didapatkan dari hasil penanganan yang dilakukan oleh BPBD Kota Bengkulu sepanjang 2024,” ujar Will Hopi

Bencana banjir menjadi salah satu peristiwa yang paling sering terjadi, tercatat 15 kali kejadian banjir yang melanda 48 titik di berbagai wilayah Kota Bengkulu. Banjir ini berdampak pada 894 Kepala Keluarga (KK), dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp200 juta.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir tersebut, dampaknya cukup signifikan, menambah panjang daftar bencana yang melanda kota ini.

Selain banjir, tanah longsor juga menjadi bencana yang mencatatkan kerugian cukup besar. BPBD Kota Bengkulu mencatat tujuh kali kejadian tanah longsor yang terjadi di tujuh titik berbeda, dengan total kerugian mencapai Rp315 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meskipun kerusakan yang ditimbulkan cukup besar.

Sebagai langkah penanganan, BPBD Kota Bengkulu telah melakukan berbagai upaya, termasuk evakuasi warga yang terdampak, pemberian bantuan logistik, dan bahan bangunan untuk rumah yang rusak akibat bencana. 

BPBD juga terus berupaya untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terkait potensi bencana, mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi menyebabkan tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang.

Will Hopi mengimbau agar masyarakat selalu waspada, mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih dapat menyebabkan bencana di penghujung tahun ini.

Penulis : Aisyah Aprielia Lupti

Editor : Andrini Ratna Dilla