Alankanews.com, Bengkulu— Kadis DPMPTSP harapkan apotek-apotek atau yang bertugas dibidang formasian ini betul-betul melaksanakan SOP standar pelayanannya di Bengkulu, Senin (11/12).
Dalam kesempatan ini Kadis DPMPTSP Kota Bengkulu Irsan Setiawan, SH., MM., menyampaikan ini acara sosialisasi bimbingan teknis yang kita berikan kepada para pelaku usaha dibidang kefarmasian. Kita berharap dengan sosialisasi ini bagaimana mengurus perizinan.
"Dengan membuat laporan kegiatan penanaman modal kawan-kawan dibidang farmasian ini semakin paham untuk mau mengurus perizinan secara benar dan melaksanakan standar-standar pelayanan di apotek itu sesuai dengan peraturan," ujar Irsan.
Dalam artian jangan sampai lagi apotek kalau apotekernya tidak ada ditempat cuman yang ada karyawannya saja. Sehingga yang kita dapatkan selama ini melalui BPOM informasi bahwa penyalahgunaan obat contohnya komix, camsodin.
"Jadi melalui sosialisasi inilah kita ingin menyampaikan pesan itu kepada pelaku farmasian ini supaya jagan lagi ada penyalahgunaan," jelas Irsan.
Peran mereka dilaksanakan dengan baik karena Camsodin dan Komix itu resep tidak bisa dijual bebas. Ini sedikit contoh kecil.
Jadi melalui pelaksananaan kegiatan ini pemahaman itulah yang ingin kita sampaikan kepada mereka dan mereka harus selalu secara berkala menyampaikan laporan kepada Polda.
"Laporan kegiatan penanaman modal itu kaitanya seperti investasi yang mereka tanamkan walaupun apotek itu kecil karena itu ada uang simpanan mereka harus melaporkan," sambungnya.
Terakhir, harapan kedepanya sehingga apotek-apotek atau yang bertugas dibidang formasian ini betul-betul melaksanakan SOP standar pelayanannya dengan baik sehingga tidak ada lagi penyalahgunaan oleh masyarakat terutama lebih tau yang membeli itu siapa.
"Takutnya yang membeli itu anak-anak akibatnya tadi penyahgunaan obat yang sebetulnya melalui resep karena dijual bebas tanpa resep pun akibatnya penyalahgunaan itu terjadi. Ini yang kita inginkan betul supaya mereka paham ada tanggung jawab moral dari pada apoteker maupun pelaksana formasian ini bahwa penggunaan obat itu sesuai standar mereka," tutupnya.
Reporter : Beta Kurnia
Editor : Aisyah Oktavia