Cegah Penyebaran Wabah SE, Vaksin 1.000 Dosis Dianggarkan

Wabah Septicaemia epizootica di Bengkulu, Vaksin 1000 dosis dianggarkan, Jumat (06/12/2024).Foto:Aisyah/Alankanews.com

Alankanews.com,Bengkulu-- Guna mengantisipasi penyebaran wabah Septicaemia epizootica (SE) atau sapi ngorok,  Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menyediakan vaksin 1.000 dosis bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, Jumat (06/12/2024).

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu Henny Kusuma Dewi, mengatakan, 1 ribu dosis vaksin sapi ngorok dianggarkan di Kota Bengkulu.

"Dengan telah dianggarkannya dana untuk pembelian 1 ribu dosis vaksin tersebut maka pihaknya akan langsung memberikan vaksin terhadap hewan ternak jenis sapi dan kerbau yang belum terinfeksi wabah sapi ngorok," jelas Henny.

Pihaknya saat ini fokus melakukan pengobatan terhadap belasan hewan ternak jenis sapi di Kecamatan Kampung Melayu karena terinfeksi penyakit sapi ngorok.

Dijelaskan Henny, saat ini tercatat terdapat 12 ekor kerbau milik empat peternak di Kampung Melayu yang mati akibat penyakit sapi ngorok.

"Untuk hewan jenis kerbau yang terinfeksi wabah sapi ngorok sebanyak belasan ekor dari total 500 kerbau yang berada di wilayah tersebut. Saat ini kami tengah fokus melakukan pengobatan terhadap belasan hewan tersebut," jelas Henny.

Dengan temuan kasus tersebut, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan dan pengobatan agar penyakit sapi ngorok tersebut tidak menyebar ke hewan ternak milik warga lainnya.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu terus berupaya memberikan pengobatan terhadap hewan yang terinfeksi penyakit sapi ngorok, sebab jangka waktu penyembuhan sapi yang terjangkit penyakit tersebut, yakni dua pekan dan saat ini kondisi hewan terinfeksi telah mulai berangsur membaik.

Pihaknya juga memberikan sosialisasi kepada para peternak di wilayah tersebut agar berhati-hati dan teliti saat membeli sapi di luar daerah.

"Kepada peternak sapi agar lebih teliti dalam membeli sapi dari luar daerah dan tidak tergiur dengan harga sapi yang murah," tutupnya.

 

 

Penulis : Aisyah Aprielia Lupti

Editor : Andrini Ratna Dilla