Alankanews.com,Mukomuko--Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan siap memberikan dukungan kepada warga pemula, termasuk yang berada di dua desa rentan pangan, untuk menjalankan usaha budidaya ikan air tawar sebagai upaya meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat, Rabu (05/02/2025).
Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, Fitra Juliatmi, menjelaskan bahwa bantuan ini bertujuan untuk membantu mengatasi kerawanan pangan di Desa Lubuk Selandak dan Desa Gajah Makmur. Salah satu cara untuk meningkatkan ketersediaan bahan pokok seperti ikan adalah dengan memfasilitasi kegiatan budidaya ikan.
"Setiap tahun, kami memberikan bantuan benih ikan secara gratis kepada warga pemula atau yang baru pertama kali melakukan budidaya ikan air tawar. Bantuan ini juga akan diberikan kepada warga di dua desa rentan pangan tersebut," ujarnya.
Pada tahun 2024, Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko telah menyalurkan sekitar 35.000 benih ikan secara gratis kepada warga yang tergabung dalam kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) yang baru memulai usaha budidaya ikan air tawar. Fitra menambahkan bahwa pada tahun 2025, pihaknya tetap akan menyiapkan bantuan benih ikan gratis melalui Balai Benih Ikan (BBI) yang ada di Kecamatan Lubuk Pinang untuk warga yang baru pertama kali menjalankan usaha budidaya ikan air tawar.
"Semua proposal usulan bantuan benih ikan dari pokdakan akan kami tampung dan seleksi, kemudian bantuan ini akan diberikan sesuai dengan kemampuan dinas," jelasnya.
Di BBI Lubuk Pinang, tersedia tiga jenis ikan air tawar yang bisa dibudidayakan, yaitu ikan nila, lele, dan tawes, dengan jumlah benih ikan yang tersedia sekitar 10 ribu hingga 20 ribu ekor. Selain itu, induk ikan nila dan lele yang baru dibeli pada tahun 2024 juga tersedia, diharapkan dapat menghasilkan benih ikan berkualitas tinggi.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko, Elxandi Utria, sebelumnya mengungkapkan bahwa untuk mengatasi masalah kerawanan pangan di desa-desa tersebut, dibutuhkan kerja sama lintas sektor.
"Kami telah menyusun langkah-langkah dan memberikan rekomendasi kepada instansi teknis untuk membangun fasilitas yang dibutuhkan di kedua desa tersebut," ujarnya.
Desa Lubuk Selandak dan Desa Gajah Makmur memang masuk dalam peta kerentanan pangan berdasarkan tiga aspek utama, yakni ketersediaan pangan, akses terhadap pangan, dan pemanfaatan pangan. Ketersediaan pangan melibatkan rasio luas lahan pertanian terhadap jumlah penduduk, akses terhadap pangan dipengaruhi oleh sarana ekonomi dan aksesibilitas wilayah, sementara pemanfaatan pangan mencakup ketersediaan air bersih dan rasio penduduk per tenaga kesehatan.
Penulis : Elvina Rosa
Editor : Andrini Ratna Dilla