Alankanews.com,Provinsi Bengkulu--Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu mengajukan usulan pengadaan vaksin sebanyak 61.757 dosis kepada pemerintah pusat sebagai langkah antisipasi terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang telah menginfeksi beberapa hewan ternak di wilayah tersebut, Rabu (22/01/2025).
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, Syarkawi, menjelaskan bahwa sebagai upaya untuk mengendalikan penyebaran PMK, hewan ternak yang positif terjangkit telah diisolasi. Dia berharap agar pengajuan vaksin tersebut segera diproses oleh pemerintah pusat sehingga vaksin dapat segera didistribusikan.
“Sebagai langkah antisipasi, kami telah mengusulkan pengadaan vaksin sebanyak 61.757 dosis untuk mengatasi penyebaran PMK. Kami berharap pengadaan ini segera dipenuhi untuk memaksimalkan penanggulangan penyakit ini,” ujar Syarkawi.
Di Kabupaten Seluma, dilaporkan terdapat 22 sapi yang terinfeksi PMK. Syarkawi juga mengimbau para peternak untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan kandang serta segera melaporkan kepada dinas terkait jika hewan ternak menunjukkan gejala PMK.
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mencatat sebanyak 14 sapi terinfeksi PMK. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bengkulu, Henny Kusuma Dewi, menyatakan bahwa masuknya PMK ke kota tersebut disebabkan oleh kiriman sapi dari kabupaten tetangga yang sebelumnya telah terjangkit PMK.
“PMK pertama kali masuk ke Kota Bengkulu ketika salah satu peternak membeli dua sapi dari kabupaten yang sudah terinfeksi. Dari dua sapi tersebut, penyakit ini menyebar ke sapi lainnya, sehingga saat ini tercatat ada 14 sapi yang terinfeksi,” terang Henny Kusuma Dewi.
Pihak DKPP Kota Bengkulu telah mengambil sampel dari sapi yang terinfeksi dan mengirimkannya ke Balai Veteriner Lampung untuk dianalisis. Mengingat situasi ini, Henny juga mengimbau agar para peternak menunda sementara waktu penambahan sapi, kerbau, kambing, dan domba dari luar daerah hingga kondisi PMK membaik.
Sebagai upaya pencegahan, DKPP Kota Bengkulu secara rutin melakukan vaksinasi setiap enam bulan sekali dan terus gencar memberikan edukasi kepada para peternak melalui sosialisasi langsung.
Dengan langkah-langkah preventif dan distribusi vaksin yang diharapkan segera terealisasi, diharapkan penyebaran PMK di wilayah Bengkulu dapat segera terkendali.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla