Alankanews.com,Kota Bengkulu--Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bengkulu tengah merancang sejumlah strategi untuk menekan angka pengangguran yang masih tinggi di tahun 2025. Berdasarkan data terbaru, dari total 291 ribu angkatan kerja di Kota Bengkulu, hanya sekitar 184 ribu yang berhasil memperoleh pekerjaan. Hal ini menyisakan sekitar 9 ribu jiwa atau 5 persen dari jumlah angkatan kerja yang tercatat masih menganggur, Senin (06/01/2025).
Kepala Disnaker Kota Bengkulu, Firman Romzie, menjelaskan bahwa sebagian besar pengangguran ini merupakan lulusan SMA yang berasal dari luar Kota Bengkulu.
"Kebanyakan dari para pengangguran saat ini adalah lulusan SMA dan berasal dari luar kota. Kami akan terus berupaya menekan angka pengangguran ini melalui berbagai inisiatif," ujarnya
Angka pengangguran di Kota Bengkulu ini tergolong cukup tinggi, jika dibandingkan dengan wilayah pedesaan yang hanya mencatatkan angka pengangguran sekitar 2 hingga 3 persen. Salah satu faktor utama penyebab tingginya angka pengangguran ini adalah keengganan sebagian individu untuk menerima pekerjaan di luar bidang keahlian atau latar belakang pendidikan mereka. Hal ini menyebabkan banyak pencari kerja yang enggan mengembangkan keterampilan mereka di sektor lain.
Untuk menanggulangi masalah ini, Firman mengungkapkan bahwa Disnaker Kota Bengkulu telah berkoordinasi dengan perguruan tinggi setempat untuk menyelenggarakan job fair setelah setiap kelulusan.
"Kami mendorong perguruan tinggi untuk menggelar job fair agar mahasiswa dapat segera melamar pekerjaan sesuai dengan keahlian mereka," tambah Firman.
Selain itu, Disnaker juga memfokuskan perhatian pada Program Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang bertujuan membuka peluang bagi masyarakat Kota Bengkulu untuk bekerja di luar negeri. Program ini telah memberangkatkan 200 tenaga kerja pada tahun 2024 ke negara-negara seperti Jepang, Taiwan, dan Malaysia.
Firman menambahkan bahwa bekerja di luar negeri memberikan banyak keuntungan, baik bagi pekerja maupun perekonomian daerah.
"Metode kerja yang disiplin di luar negeri akan meningkatkan kualitas para pekerja Indonesia. Selain itu, gaji yang tinggi akan berdampak pada peningkatan ekonomi mereka setelah kembali ke tanah air," ujarnya.
Tidak hanya itu, Pemkot Bengkulu juga akan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menggelar job fair skala nasional yang akan datang. Di acara tersebut, lebih dari 50 perusahaan diharapkan ikut serta. Meski jadwalnya masih dalam persiapan, acara ini diharapkan dapat menyerap banyak tenaga kerja, baik lulusan SMA maupun S1, untuk membantu menurunkan angka pengangguran, meningkatkan ekonomi, dan taraf hidup masyarakat.
"Kami masih mempersiapkan jadwalnya, namun insya Allah akan digelar bersama Provinsi sehingga skalanya lebih besar," pungkas Firman.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla