Alankanews.com,Bengkulu Selatan-- Di tengah maraknya penyebaran wabah Septicaemia Epizootica (SE) yang menyerang hewan ternak di Bengkulu Selatan (BS), warga mulai mencurigai gelagat aneh akan adanya oknum tak bertanggung jawab yang sengaja meracuni ternak dengan potassium berdalih terjangkit wabah SE, Kamis (31/10/2024).
Kecurigaan tersebut mulai timbul karena adanya kejadian yang terjadi di Desa Padang Jawi, Kecamatan Bunga Mas pada Minggu 27 Oktober 2024 lalu, saat warga dikejutkan dengan kematian mendadak sapi milik Dasrul dan Ris.
Salah satu warga setempat Buyung Khalil mengatakan sapi tersebut ditemukan sekarat dengan mulut berbuih dan perut menggembung, padahal sebelumnya sehat.
"Kasus SE memang tinggi, tapi kematian ternak ini tidak wajar. Kami menduga ada yang menyebar racun," jelas Buyung Khalil.
Pada kejadian tersebut Buyung Khalil yang ikut menyembelih sapi tersebut tak menemukan tanda khas SE atau jembrana, seperti suhu tubuh panas. Namun terlihat sapi yang diduga matinya karena disengaja bukan karena sakit.
"Kalau SE, sapi tetap bergerak saat disembelih. Tapi ini langsung lemah, lidah menghitam, seperti keracunan," ujarnya.
Menyikapi hal ini, Kasi Kesehatan Hewan Ternak Distan BS, drh. Mungky Wardalena menyatakan pihaknya siap memeriksa sampel. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa sapi yang disembelih secara terpaksa warga, karena sakit atau diracun.
"Jika ada laporan, kami akan turun. Tapi masyarakat juga harus waspada, jangan abai melepasliarkan ternak," ucap Mungky.
Penulis : Muldianto
Editor : Andrini Ratna Dilla