Enam Sapi Ternak di Kota Bengkulu Terjangkit Penyakit Jembrana, Pemkot Antisipasi Penyebaran

Henny Kusuma Dewi Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Peternakan Dkpp, di Kota Bengkulu, Selasa (28/01/2025).Foto:Aisyah/Alankanews.com

AAlankanews.com,Kota Bengkulu--Pemerintah Kota Bengkulu mencatat adanya kasus wabah penyakit Jembrana pada hewan ternak sapi di wilayah Kelurahan Teluk Sepang. Berdasarkan hasil pemeriksaan sampel yang dikirimkan ke Balai Veteriner Provinsi Lampung, ditemukan bahwa enam ekor sapi milik peternak di daerah tersebut terjangkit penyakit tersebut, Selasa (28/01/2025).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bengkulu, Henny Kusuma Dewi, membenarkan informasi tersebut. 

"Memang benar, dari hasil sampel yang kita kirimkan beberapa waktu lalu ke Balai Veteriner Lampung dipastikan bahwa enam ekor sapi yang mati milik peternak disebabkan oleh penyakit Jembrana," ujarnya.

Henny menambahkan, dari enam sapi yang terjangkit, dua di antaranya dipastikan positif penyakit Jembrana. Selain itu, peternak yang memiliki 19 ekor sapi lainnya di wilayah tersebut juga diminta untuk waspada, karena hewan-hewan tersebut berisiko tertular penyakit yang sama.

Sebagai langkah pencegahan, pihak DKPP Kota Bengkulu mengimbau para peternak untuk melakukan penyemprotan guna mengantisipasi penyebaran lalat A-ha yang bisa menularkan penyakit ke sapi lainnya. Selain itu, pemberian antibiotik dan obat-obatan untuk meningkatkan kekebalan tubuh ternak juga dianjurkan, khususnya untuk sapi, kerbau, dan kambing.

Selain fokus pada penyakit Jembrana, Henny juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan bantuan 1.500 dosis vaksin dan vitamin ke pemerintah pusat guna mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Bengkulu.

"Kami telah mengusulkan bantuan obat, vitamin, desinfektan, dan vaksin sepaket sebanyak 1.500 dosis untuk mencegah penyebaran PMK," ujar Henny.

Pemkot Bengkulu juga tengah mengambil langkah-langkah preventif untuk mengendalikan penyebaran penyakit PMK di wilayah tersebut, seperti memberikan informasi dan edukasi kepada kelompok ternak, memeriksa dokumen dan hewan ternak yang masuk ke Kota Bengkulu, serta merespon cepat laporan dari peternak.

Hingga saat ini, tercatat belasan ekor sapi di Kelurahan Teluk Sepang terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK), yang memerlukan perhatian ekstra dari pihak berwenang agar wabah tidak semakin meluas.

Penulis : Aisyah Aprielia Lupti

Editor : Andrini Ratna Dilla