Alankanews.com, Bengkulu-- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadinya gempa bumi dengan magnitudo 5,4 di wilayah Provinsi Bengkulu pada Rabu (11/12/2024).
Gempa ini terjadi di wilayah laut, dengan pusat gempa berada di koordinat 4,55° LS dan 102,44° BT, tepatnya sekitar 53 kilometer barat daya Bengkulu Selatan, dengan kedalaman 53 kilometer.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan saat diwawancaarai, ia menyampaikan hasil pemodelan gempa menunjukkan bahwa kejadian ini tidak berpotensi tsunami.
"Bahwa hasil pemodelan gempa menunjukkan bahwa kejadian ini tidak berpotensi tsunami," ujar Daryono.
Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang bergerak masuk ke dalam Lempeng Eurasia. Daryono menjelaskan bahwa mekanisme pergerakan gempa ini adalah pergerakan mendatar naik atau dikenal dengan istilah oblique thrust fault.
Gempa bumi ini dirasakan di sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu dengan skala intensitas yang bervariasi. Di Bengkulu Selatan dan Seluma, gempa terasa dengan skala intensitas III-IV MMI (Modified Mercally Intensity), yang artinya getaran dirasakan oleh banyak orang dalam rumah.
Di Kepahiang dan Pagar Alam, guncangan gempa terasa dengan skala intensitas III MMI, seakan-akan ada truk besar yang berlalu. Sementara di Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, dan Oku Selatan, getaran dirasakan dengan skala intensitas II-III MMI, yaitu getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Di daerah Muara Enim, getaran gempa terasa dengan skala intensitas II MMI, di mana beberapa orang merasakannya, dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
BMKG juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Saya harap masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tambahnya.
Daryono menambahkan, warga yang berada di daerah terdampak gempa disarankan untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan gempa.
Hingga saat ini, hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa belum ada aktivitas gempa susulan yang terdeteksi di wilayah tersebut. BMKG terus memantau perkembangan situasi dan akan memberikan informasi lebih lanjut jika diperlukan.
Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan otoritas terkait guna memastikan keselamatan dan keamanan.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla