Alankanews.com,Provinsi Bengkulu--Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Provinsi Bengkulu menyebutkan, salah satu penyebab harimau keluar dari hutan dan memangsa manusia serta ternak di Kabupaten Mukomuko diduga karena kehabisan mangsa utama, seperti babi hutan, yang banyak terinfeksi penyakit African Swine Fever (ASF), Kamis (23/01/2025).
Ketua Cabang PDHI Provinsi Bengkulu, Yeni Misra, menjelaskan bahwa keberadaan ASF di Indonesia menyebabkan kematian pada banyak babi hutan, yang selama ini menjadi sumber makanan utama harimau.
"Harimau keluar karena kesulitan mencari babi sebagai mangsanya di hutan, ditambah dengan alih fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit," ujar Yeni di Mukomuko.
Yeni menjelaskan, merebaknya penyakit ASF di Indonesia menyebabkan banyak babi hutan, serta babi peliharaan, yang terserang virus tersebut, sehingga mengurangi ketersediaan mangsa bagi harimau di kawasan hutan.
Menurutnya, untuk mencegah terjadinya konflik antara harimau dan manusia, keseimbangan alam di kawasan hutan negara harus dijaga dengan baik.
"Jika tidak ada lagi mangsa di dalam hutan dan hutan beralih fungsi menjadi kebun kelapa sawit, bagaimana satwa dilindungi ini bisa mencari makan?" tambah Yeni.
Dinas Pertanian Mukomuko menerima laporan dari warga bahwa tidak sedikit sapi milik warga yang mati akibat dimangsa harimau. Di Kecamatan Teras Terunjam saja, tercatat lima ekor sapi yang menjadi korban. Selain itu, sapi milik warga di Kecamatan Malin Deman dan Kecamatan Selagan Raya juga dilaporkan menjadi mangsa harimau.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla