Isu Santet Antar Kades dan Bendahara Desa, Pihak Keluarga Kades Bantah Keras

Isu Santet Antar Kades dan Bendahara Desa, di Rejang Lebong. Senin (23/12/2024).Foto:Sasti/Alankanews.com

Alankanewss.com,Rejang Lebong--Masyarakat Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, belakangan ini dihebohkan dengan beredarnya isu yang melibatkan Kepala Desa Kampung Delima, Megi Sugito, dan bendahara desa, Sumirat Hayati. Isu yang viral di media sosial ini menyebutkan bahwa Kades Megi Sugito diduga berencana untuk menyantet bendaharanya dengan membayar Rp 10 juta, Senin (23/12/2024) Kemarin.

Isu ini mencuat setelah seorang warga berinisial A yang hendak pergi ke Pulau Jawa mengaku diminta untuk membantu dalam menyantet Sumirat, dengan uang sebesar Rp 10 juta dan foto pribadi bendahara desa.

Informasi ini membuat warga desa dan masyarakat setempat geger, dan pembicaraan tentang kisruh tersebut menjadi topik hangat. Sumirat Hayati, yang merasa terancam dengan informasi tersebut, mengungkapkan bahwa dirinya menerima informasi langsung dari pria berinisial A yang datang ke rumahnya. 

A menceritakan bahwa Kades dan keluarganya datang meminta bantuan untuk menyantet Sumirat dengan membawa uang dan foto pribadinya. Sumirat mengaku awalnya tidak percaya, namun setelah melihat bukti berupa foto yang diunggah di media sosial milik orang tua Kades, dirinya merasa sangat gelisah dan tertekan.

Bendahara Desa Kampung Delima itu mengaku merasa terancam dan takut untuk berada di kantornya. Menurutnya, hubungan dengan Kades Megi Sugito sudah lama memburuk, dan konflik ini sudah diketahui luas di kalangan perangkat desa lainnya. 

Bahkan, beberapa perangkat desa yang tidak sejalan dengan Kades dikabarkan telah mengundurkan diri, sebagian besar terkait masalah anggaran dan program desa yang tidak terselesaikan dengan baik.

 “Saya merasa terancam, dan saya punya bukti-buktinya,” uujar Sumirat, yang kini juga melaporkan masalah ini ke Polres Rejang Lebong.

Namun, pihak keluarga Kades Kampung Delima membantah keras tuduhan tersebut. Merianto, seorang perwakilan keluarga Kades, menyatakan bahwa informasi yang beredar mengenai rencana santet adalah tidak benar. Menurutnya, video yang viral itu sebenarnya menunjukkan proses pengembalian uang sebesar Rp 10 juta yang dipinjam oleh seorang pria bernama Agus. 

Agus, yang awalnya berencana pergi ke Jawa, berjanji akan segera mengembalikan uang tersebut setelah pulang. Merianto menambahkan bahwa Agus sendiri mengakui tidak ada permintaan untuk menyantet siapa pun dan mengklaim bahwa video yang beredar adalah akibat dari rasa tersinggung Agus saat ditagih hutangnya.

Merianto juga menjelaskan bahwa Agus merasa tidak nyaman karena masalah hutang yang ditagih, dan diduga itulah yang mendorongnya untuk membuat video yang beredar luas di media sosial. Keluarga Kades menyayangkan bahwa video tersebut digunakan oleh oknum-oknum tertentu untuk memperkeruh situasi dan mendapatkan keuntungan dari perseteruan antara Kades dan bendahara desa.

Bahkan Kepala Desa Kampung Delima, Megi Sugito, dengan tegas membantah semua tuduhan yang menyebutkan dirinya berniat menyantet Sumirat.

 “Tidak ada yang seperti itu. Isu yang beredar di media sosial tidak benar sama sekali,” ujarnya.

Sementara itu, pihak kepolisian yang menangani laporan ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait masalah tersebut. Polisi akan memeriksa lebih dalam mengenai informasi yang berkembang dan mencari tahu siapa saja yang terlibat dalam penyebaran isu tersebut. Di tengah kekisruhan ini, masyarakat Kampung Delima berharap agar permasalahan ini dapat segera diselesaikan dengan bijaksana dan tidak memperburuk hubungan antar warga desa.

Penulis : Sasti

Editor : Andrini Ratna Dilla