Alankanews.com,Bengkulu-- Dalam Rakor Revitalisasi Bahasa Daerah dilaksanakan di Hotel Grage Horizon Bengkulu membahas tentang Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu akan menambahkan empat bahasa daerah di tahun 2024, Rabu (06/03).
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum., mengatakan, ditahun 2024 ini kita menambahkan empat bahasa daerah untuk sasaran siswa Sekolah Dasar (SD), dan siswa SMP, sebelumnya ditahun 2023 ada bahasa Rejang, bahasa Enggano, dan Bahasa Bengkulu Serawai.
"Ditahun 2024 ini kita menambahkan empat bahasa daerah yaitu Bahasa Bengkulu dialek Pekal, Bahasa Bengkulu dialek Nasal, Bahasa Bengkulu Dialek Pasemah, dan Bahasa Bengkulu dialek Lembak. Jadi revitalisasi bahasa daerah ada tujuh bahasa dan dialek yang akan kami revitalisasi, bukan semakin sedikit tetapi semakin banyak," ucap Dwi Laily, Rabu (06/03).
Dengan harapan ditahun 2025 semua bahasa daerah itu maupun dialek di Provinsi Bengkulu bisa kami revitalisasi.
"Bahwa kegiatan Rakor ini merupakan tahap awal, karena kegiatan ini sendiri mencakup Rapat Koordinasi penyusunan modul pembelajaran yang akan kami lakukan di bulan maret, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan bimtek untuk guru Master," lanjutnya.
Melalui Rakor ini ada dua yang ingin kami capai, yang pertama penguatan untuk komitmen bersama ditahun 2023 sudah dilakukan. Ditahun 2024 akan penguatan kembali komitmen bersama terkait Revitalisasi Bahasa Daerah, karena kegiatan ini bukan hanya tanggung jawab Kantor Bahasa tetapi menjadi tanggungjawab semua baik itu pemerintah daerah masyarakat sebagai penutur jati di Provinsi Bengkulu.
Kedua rumusan sebagai tindaklanjut kira-kira apa yang dilakukan Kabupaten Kota terkait dengan hasil rumusan rapat koordinasi yang bisa disepakati nanti diakhir kegiatan.
"Hasil rumusan itu yang nantinya akan kami serahkan kepada seluruh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang ada di Kabupaten/Kota sebagai komitmen bersama untuk mendukung program revitalisasi bahasa daerah," tutupnya.
Penulis : Annisa Putri Khafifa
Editor : Beta Kurnia