Alankanews.com,Mukomuko--Kelompok tani di Desa Penarik, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menggalang dana dari anggota mereka untuk melakukan perbaikan sementara pada bendungan Irigasi Air Dikit Kecil yang jebol akibat banjir. Perbaikan tersebut diharapkan dapat memungkinkan petani untuk segera menanam padi, Kamis (23/01/2025).
Ketua Kelompok Tani Maju Makmur, Sudianto, menjelaskan bahwa mereka berencana melakukan gotong-royong dengan menyediakan material seperti kayu, karung berisi pasir, dan paku untuk memperbaiki irigasi yang rusak.
"Kami mau berunding dengan kawan-kawan petani agar gotong-royong, bersama-sama, menyediakan material kayu, karung isi pasir, dan paku, untuk memperbaiki sementara irigasi yang jebol," ujar Sudianto.
Akibat jebolnya bendungan, sejumlah petani di wilayah tersebut terpaksa menunda penanaman padi. Sudianto mengungkapkan bahwa mereka sudah mengajukan usulan perbaikan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), namun hingga kini belum ada tindakan lebih lanjut.
Untuk menangani kerusakan irigasi secara darurat, kelompok tani membutuhkan bahan-bahan seperti kayu, pasir, dan paku. Perbaikan sementara ini akan dilakukan secara gotong-royong, namun jika ada pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus, mereka akan menyewa tukang harian.
Sudianto juga khawatir apabila irigasi tidak segera berfungsi, petani akan beralih menanam kelapa sawit, yang saat ini semakin populer di wilayah tersebut.
"Saya tidak menyuruh dan melarang petani mengalih fungsikan lahan, cuma saya menyarankan kalau tidak mau menanam padi, petani bisa menanam jagung atau kacang, jangan menanam sawit karena yang rugi kita," tambahnya.
Sebelumnya, terdapat sekitar 70 hektare lahan persawahan yang terhubung dengan Irigasi Air Dikit Kecil, namun kini hanya tersisa sekitar 10 hektare. Akibat kerusakan talang air, luas lahan tersebut berkurang lagi menjadi 6 hektare.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mukomuko, Apriansyah, mengatakan pihaknya telah meninjau lokasi bendungan yang jebol. Namun, saat ini belum ada anggaran yang tersedia untuk perbaikan.
"Kalau sekarang kami belum bisa berbuat apa-apa, tetapi kami masukkan dalam program prioritas daerah ini," ujar Apriansyah.
Ia memperkirakan bahwa anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan kembali bendungan irigasi tersebut sekitar Rp500 juta, dengan kemungkinan alokasi anggaran pada tahun 2026.
Penulis : Elvina Rosa
Editor : Andrini Ratna Dilla