Alankanews.com -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan komitmennya dalam mempercepat normalisasi alur pelayaran di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu. Langkah ini diambil demi menunjang aktivitas pelayaran masyarakat dan pelaku usaha, serta memperkuat konektivitas logistik ke wilayah terluar seperti Pulau Enggano.
“Kami telah melakukan berbagai upaya percepatan normalisasi pelayaran. Hal ini penting mengingat sejumlah kapal telah kembali melintas di alur pelayaran Pelabuhan Baai,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (14/7/2025).
Salah satu upaya percepatan, lanjut Dudy, adalah pelaksanaan survei hidrografi untuk memastikan kedalaman dan keamanan jalur pelayaran. Kegiatan ini dilakukan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Pulau Baai bersama Distrik Navigasi Teluk Bayur, PT Pelindo Regional 2 Bengkulu, dan PT Rukindo.
"Survei ini bagian dari langkah mitigasi keselamatan pelayaran karena sejumlah kapal sudah kembali beroperasi keluar masuk melalui alur tersebut," jelasnya.
Sejak jalur dibuka kembali, tercatat telah terjadi 39 aktivitas kapal, baik kedatangan maupun keberangkatan dari Pelabuhan Baai. Dari total tersebut, 12 kapal yang sebelumnya sempat tertahan kini telah berhasil keluar dari pelabuhan.
Menhub menambahkan, prioritas pelayaran kini diarahkan untuk mendukung distribusi logistik ke Pulau Enggano. Kapal-kapal yang diutamakan membawa kebutuhan pokok seperti sembako, ikan, dan bahan bakar minyak (BBM).
“Fokus utama kami adalah menggerakkan kembali perekonomian masyarakat Enggano dengan menjamin kelancaran pasokan logistik,” tandas Dudy.
Reporter : Cyntia P
Editor : Gita KMS