Alankanews.com,Provinsi Bengkulu--Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mengumumkan bahwa Provinsi Bengkulu akan menerima alokasi dana bagi hasil dari pemerintah pusat sebesar Rp690,5 miliar pada tahun 2025. Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJPb Bengkulu, Muhammad Irfan Surya Wardana, menjelaskan bahwa dana tersebut terdiri dari beberapa komponen, yaitu Dana Bagi Hasil (DBH) pajak, DBH sumber daya alam, dan DBH kelapa sawit, Jumat (07/02/2025).
"Irfan mengatakan bahwa alokasi dana bagi hasil tahun 2025 ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang alokasinya sebesar Rp689,9 miliar. Pada 2025, dana yang diterima Bengkulu naik menjadi Rp690,5 miliar," ujar Irfan.
Menurut Irfan, dana bagi hasil yang diterima oleh Provinsi Bengkulu dan kabupaten/kota di wilayah tersebut dapat digunakan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Sebagian dana sudah disalurkan ke pemerintah daerah untuk digunakan dalam pembangunan sesuai dengan peruntukannya. Alokasi dana tersebut diharapkan dapat memperkuat fiskal daerah dan mendukung pembangunan di masing-masing wilayah di Bengkulu.
Irfan juga menekankan pentingnya pemanfaatan dana bagi hasil untuk mendukung pembangunan daerah, mengingat pendapatan asli daerah (PAD) di beberapa wilayah di Provinsi Bengkulu masih tergolong rendah. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah di Provinsi Bengkulu untuk segera memanfaatkan dana tersebut untuk mempercepat pembangunan di daerah mereka.
Berikut rincian alokasi dana bagi hasil di Provinsi Bengkulu pada 2025:
-
Provinsi Bengkulu: Rp108,5 miliar
-
Kabupaten Bengkulu Selatan: Rp79,2 miliar
-
Kabupaten Bengkulu Tengah: Rp126,1 miliar
-
Kabupaten Bengkulu Utara: Rp25,5 miliar
-
Kabupaten Kaur: Rp36,4 miliar
-
Kabupaten Kepahiang: Rp71 miliar
-
Kabupaten Lebong: Rp85,9 miliar
-
Kabupaten Mukomuko: Rp39,1 miliar
-
Kabupaten Rejang Lebong: Rp54,5 miliar
-
Kabupaten Seluma: Rp15,7 miliar
-
Kota Bengkulu: Rp48 miliar
Alokasi dana bagi hasil tersebut diharapkan dapat menjadi sumber daya yang signifikan dalam mendukung berbagai proyek pembangunan dan memperkuat perekonomian daerah.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla