Alankanews.com,Kaur--Komisi II DPRD Kabupaten Kaur menggelar rapat kerja bersama Bapperida, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kaur, dan BPJS Kesehatan Kabupaten Kaur pada Senin, 30 Desember 2024. Rapat yang berlangsung di ruang Komisi II DPRD Kaur ini membahas sejumlah isu strategis, termasuk progres pembangunan Rumah Sakit Pratama di Desa Sumber Harapan, Kecamatan Nasal, yang masih belum selesai, Jumat (03/01/2025).
Ketua Komisi II DPRD Kaur, Tudisman S.Sos, menyoroti keterlambatan proyek tersebut. Menurutnya, meski pembangunan telah mencapai 80 persen dengan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 38,7 miliar, progresnya masih jauh dari selesai.
"Kami sudah mengecek langsung ke lapangan. Pembangunan sudah 80 persen, tetapi dana belum terserap 100 persen. Kami mendesak Dinas Kesehatan dan pihak pelaksana mempercepat pekerjaan. Jika perlu, ajukan adendum untuk menghindari masalah di kemudian hari," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur, Yasman, AMK, M.Pd, mengakui bahwa pembangunan Rumah Sakit Pratama dipastikan tidak akan selesai pada akhir 2024. Ia menjelaskan bahwa waktu pelaksanaan proyek yang hanya lima bulan, ditambah lokasi terpencil di area perbukitan, menjadi tantangan utama.
"Meski demikian, kami optimis pembangunan ini akan selesai dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Kami akan mengajukan adendum atau perpanjangan kontrak hingga 50 hari ke depan untuk menyelesaikan 17 paket kegiatan. Dana DAK yang baru diterima pada penghujung tahun juga menjadi salah satu kendala," jelas Yasman.
Ia berharap seluruh pihak mendukung percepatan pembangunan rumah sakit ini agar segera selesai sesuai harapan masyarakat.
"Mohon doa agar proyek ini cepat selesai dan bermanfaat bagi masyarakat," tutupnya.
Dengan perpanjangan waktu yang diajukan, Komisi II DPRD Kaur dan Dinas Kesehatan berharap pembangunan Rumah Sakit Pratama di Desa Sumber Harapan dapat tuntas di awal tahun 2025. Fasilitas kesehatan ini diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil Kabupaten Kaur.
Penulis : Dandri Febriawan
Editor : Andrini Ratna Dilla