Lakukan Investigasi, Forest Guardian Bengkulu Temukan Deforestasi Tertinggi Seluas 9.658 Hektar Per Tahun

Kegiatan Festival Kaum Muda Jaga Hutan digelar oleh Forest Guardian, di Bengkulu Tengah, Senin (24/02/2025).Foto:Beta/Alankanews.com

Alankanews.com,Bengkulu Tengah--  Hutan merupakan ekosistem alami yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan, selain itu hutan juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi di bumi. Saat ini hutan secara keseluruhan terdegradasi sebesar 158 ribu hektar akibat alih fungsi lahan menjadi pertanian, perkebunan, pemukiman dan pertambangan. Di Bengkulu tingkat deforestasi tertinggi ada di desa Pal Tujuh Kecamatan Bermani Ulu Raya Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Kegiatan Festival Kaum Muda Jaga Hutan, Resti Uereza pada saat konferensi pers yang digelar oleh Forest Guardian di wisata kampoeng durian Desa datar lebar, Kecamatan Taba Penanjun Kabupaten Bengkulu Tengah pada Senin (24/02/2025).

"Sebelumnya kami sudah melakukan  investigasi langsung ke lapangan, wilayah TNKS kami di Rejang Lebong, Lebong, Mukomuko dan Bengkulu Utara, Jadi berdasarkan investigasi tersebut ditemukanlah tingkat deforestasi tertinggi ada di desa Pal Tujuh Kabupaten Rejang Lebong," ujar Resti.

Ia juga mengatakan, dengan adanya hasil tersebut, pihaknya melajutkan investigasi dan menemukan aktifitas ilegal yang cukup sistematis, jadi berdasarkan data yang didapat dari tahun 2021-2023 tingkat deforestasi di desa tersebut seluas 9.658 hektar setiap tahunnya.

"Jadi berdasarkan investigasi kami menemukan adanya para pemangku kebijakan dari tingkat teratas sampai terbawah bisa dikategorikan sebagai pelaku, karena kami menemukan bukti tetapi tidak bisa diungkapkan secara tampak jelas, itulah yang membuat kami tetap melakukan pencaritahuan tentang hal tersebut," lanjut Resti.

Dilanjut Resti, pihaknya belum selesai melakukan  investigasi secara mendalam, dengan sudah disampaikannya hasil  investigasi sementara ini pihaknya berharap tetap bisa melanjutkan pencaritahuan tentang penyebab  deforestasi tertinggi di desa tersebut.

 

Reporter : Beta Kurnia

Editor : Andrini Ratna Dilla