Alankanews.com, Bengkulu-- Lemang Tapai merupakan salah satu kuliner khas suku Serawai yang terus eksis sampai saat ini, Selasa (19/11/2024).
Lemang sendiri merupakan makanan yang terbuat dari beras ketan yang dimasak dengan cara dimasukkan ke dalam bambu dan dibakar. Sedangkan tapai yang biasanya dimakan berpasangan dengan lemang ini terbuat dari ketan hitam yang difermentasikan menggunakan ragi.
Di kota Bengkulu lemang tapai sudah banyak diperjual belikan dari dahulu, seperti di sepanjang Jalan Sungai Rupat Lingkar Barat Kota Bengkulu, tepatnya di sepanjang jalan dekat jabatan Sungai Rupat sampai ke jalan dua jalur menuju Pagar Dewa.
Salah satu penjual lemang tapai di Jalan Sungai Rupat Kota Bengkulu, Shela (40) mengatakan, ada puluhan penjual lemang di lokasi tersebut. Dimana lokasi tersebut sudah menjadi sentral penjualan lemang tapai sejak puluhan tahun yang lalu.
"Di sini yang jual lemang tapai mungkin ada sekitar 20 orang lebih. Kalau persatuan khusus penjual lemang tapai kami tidak ada. Tapi kami setiap bulan itu rutin menggelar arisan khusus sesama pedagang lemang tapai di jalan sungai Rupat ini," ujar Shela.
Shela juga mengatakan, lemang tapai di sini dibandrol dengan harga yang cukup terjangkau, yakni Rp 5.000 untuk lemang dengan bambu kecil dan Rp 10.000 untuk ukuran bambu yang besar. Sedangkan untuk harga tapainya sendiri dijual dengan harga Rp 5.000 per gelas kecil.
"Biasanya yang beli itu berpasangan antara lemang dan tapainya. Jadi kalau Lemang kecilnya misalnya 2, kemudian tapainya 4 gelas, berarti Rp 30.000. Selain itu ada juga air tapai yang kita jual dengan harga Rp 15.000 untuk botol kecil dan Rp 20.000 untuk botol besar," jelas Shela.
Sedangkan air tapai sendiri selain untuk dikonsumsi bersama dengan lemang, juga biasanya dibeli untuk obat tradisional.
"Kalau yang biasa beli, air tapai ini dipercaya bisa mencegah dan menyembuhkan masuk angin, menghangatkan tubuh dan ada juga yang percaya bisa mengobati pegal linu," lanjutnya.
Penulis : Aisyah Aprielia Lufti
Editor : Andrini Ratna Dilla