Alankanews.com,Bengkulu Utara-- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bengkulu Utara, Evi Fitriani mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas di daerah yang rawan longsor, Selasa (26/11/2024).
Hal ini disampaikannya karena meningat ada beberapa kawasan di Bengkulu Utara yang berpotensi terjadinya longsor, dan pada beberapa hari lalu sudah ada pemancing yang tertimbun longsor di Kecamatan Putri Hijau menjadi peringatan atau warning bagi warga Bengkulu Utara.
"Terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan longsor termasuk masyarakat yang beraktifitas di laut ataupun pinggir pantai diimbau untuk berhati-hati," ujar Evi.
Imbauan ini dilakukan karena hal ini mengingat prediksi Bengkulu Utara akan dilanda hujan dalam intensitas sedang dan tinggi hingga sepekan ke depan.
“Maka kita mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berada di kawasan yang rawan longsor,” jelas Evi.
Ia juga mengimbau agar nelayan juga lebih bisa mengedepankan keselamatan dan membaca potensi cuaca. Saat ini di pantau Bengkulu Utara masih berpotensi terjadinya ombak tinggi yang sangat membahayakan aktivitas nelayan tradisional di Bengkulu Utara.
“Kita juga terus memantau kondisi cuaca dari pantauan BMKG untuk memastikan keselamatan masyarakat Begnkulu Utara,” lanjutnya.
Perlu diketahui, Karsim warga Ketahun yang tertimbun longsor di Pantai Kota Bani Jumat pekan lalu. Kemarin jenazahnya sudah ditemukan. Tubuh korban tertimbun longsor dengan ketebalan lebih dari 7 meter dan terhimpun batu besar.
Kapolres Bengkulu Utara AKBP.Lambe Patabang Birana, S.Ik, MH melalui Kapolsek putri Hijau AKP. Didik Mujianto, SH, MH menuturkan jika pencarian dan evakuasi dilakukan selama tiga hari.
“Tubuh korban sudah kita temukan dalam kondisi tidak bernyawa tertimbun longsor dan sudah diserahkan pada keluarga,” terangnya.
Penulis : Indra
Editor : Andrini Ratna Dilla