Alankanews.com,Bengkulu—Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) TAKEKKA Kota Bengkulu akan segera mendapat perizinan. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bengkulu, Friman Ramzi, Jumat (07/02/2025).
“Insyaallah sehari atau dua hari ini akan keluar surat perizinannya. Nanti sudah keluar izinnya, kita langsung buat SKnya,” ujar Firman.
Sebelumnya, LPK tersebut sudah memberikan surat perizinan untuk melakukan pelatihan tersebut melalui Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA).
Menurut Friman, OSS-RBA tersebut sangat berisiko, sebab LPK ini melibatkan manusia langsung. Sehingga, pihaknya langsung mensurvei dan memastikan tempat belajar atau pelatihan hingga piagam-piagam yang telah dimiliki.
“kita sudah saksikan sendiri kelokasi, LPK ini sudah banyak siswanya, tempat belajarnya, dan asramanya,” tutur Firman.
Diketahui, LPK TAKEKKA Kota Bengkulu ini membukan pelatihan khusus berbahasa Jepang, yang beralamatkan di Jalan Air Sebelah 2, RT21 Kelurahan Betungan Kota Bengkulu.
“LPK ini pelatihannya khusus untuk bahasa Jepang,” Sambung Firman.
Sementara itu, Pembina LPK TAKEKKA, Sahudin mengungkapkan pihaknya sudah menjalankan LPK ini selama dua bulan, untuk sebagai persyaratan untuk perizinan pelatihan.
“Untuk melakukan izin itu, syaratnya sudah berjalan dulu. Jadikan kita sudah melakukannya dan melengkapi dokumennya. LPK ini sudah berjalan dua bulan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Sahudin telah membuka LPK Serbaindo, namun LPK tersebut membuka pelatihan khusus cabang perempuan. Sehingga, pihaknya berinisiatif untuk membuka LPK TAKEKKA khusus laki-laki.
“Jadi untuk di sini pelatihannya khusus laki-laki, ada dua asramanya, dan ruang belajar,” ujar Sahudin.
Selalin membuka pelatihan khusus bahasa Jepang, LPK TAKEKKA ini juga membuka peluang untuk seluruh wilayah Provinsi Bengkulu dan luar Provinsi Benkulu.
“Kita buka untuk seluruh Provinsi Bengkulu, bahkan juga diluar Provinsi Bengkulu,” sambung Sahudin.
Serta, Sahudin menyebut pihaknya selalu membuka diri dan menunggu untuk masyarakat Bengkulu yang ingin mendaftar pelatihan bahasa jepang ini.
“Kita kasih dua pilihan kalau ada uang sendiri ada biayanya untuk pelatihan, tapi kalau tidak ada biaya, maka nanti daftar dan belajar dulu, lalu pembayarannya setelah bekerja di jepang, dan syaratnya juga harus ada surat keterangan tidak mampu,” tutup Sahudin.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla