Alankanews.com, Bengkulu -- Ratusan mahasiswa dari beragam organisasi kemahasiswaan di Bengkulu menunjukkan semangat baru dalam rembuk pemuda dan “Kumpul Kader IMM” yang digelar di Auditorium Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Acara ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan momen kolaborasi strategis untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah dan bangsa.
Tidak hanya dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), peserta yang hadir juga datang dari PMII, GMNI, PMKRI, HMI, serta perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari beberapa kampus besar di Bengkulu seperti UINFAS dan IAIN. Kehadiran Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, semakin memperkuat sinergi antara mahasiswa dan pemerintah daerah.
Ketua IMM Bengkulu, Kevin Aldo, menggarisbawahi pentingnya pemuda untuk tidak hanya beraksi di jalanan, tapi juga mengoptimalkan jalur legislasi dan advokasi sebagai senjata strategis.
“Kita harus cerdas dan terorganisir, tidak hanya jadi pengkritik tapi juga penyelesai masalah,” ujarnya.
Diskusi intensif dalam kegiatan ini mengangkat berbagai isu kritis di tingkat lokal: dari konflik agraria, ketimpangan ekonomi, hingga krisis lingkungan dan tantangan pendidikan di wilayah terpencil. Mahasiswa didorong untuk menjadi agen perubahan yang memahami kompleksitas masalah dan menawarkan solusi konkret.
Sementara itu, Usin Abdisyah Putra Sembiring membuka wawasan baru bagi mahasiswa bahwa parlemen siap membuka pintu lebar untuk keterlibatan mereka bukan hanya lewat demonstrasi, tapi lewat kontribusi dalam penyusunan kebijakan publik.
“Ini kesempatan emas bagi generasi muda untuk turut membangun kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.
Lebih jauh, acara ini menegaskan bahwa gerakan mahasiswa masa kini harus bertransformasi menjadi gerakan yang adaptif dan sistemik, dengan fokus pada kajian dan riset sebagai fondasi pengambilan keputusan. Organisasi kemahasiswaan diminta untuk menyediakan ruang pengembangan kapasitas intelektual demi menghasilkan solusi yang realistis dan berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi yang tumbuh dalam “Kumpul Kader IMM dan Rembuk Pemuda”, Bengkulu menunjukkan bahwa mahasiswa bukan hanya penonton, tetapi pelaku utama dalam proses pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Sebuah langkah progresif yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
Reporter: Cyntia P
Editor: Gita KMS