Alankanews.com,Kota Bengkulu--Nelayan tradisional di Kota Bengkulu menghadapi kesulitan besar pada awal Februari 2025 ini, di tengah kondisi cuaca buruk yang melanda pesisir Pantai Panjang Kecamatan Teluk Segara. Angin kencang yang menerpa beberapa hari terakhir membuat banyak nelayan gagal melaut. Di sepanjang pesisir, terlihat kapal-kapal nelayan yang terparkir, sementara sebagian nelayan lainnya tengah sibuk memperbaiki jaring mereka yang rusak, Minggu (02/02/2025).
Salah seorang nelayan, Kevin (39), menjelaskan bahwa cuaca buruk yang disertai angin kencang membuat mereka tidak bisa melaut.
“Menurut informasi dari BMKG, cuaca buruk ini akan berlangsung hingga 5 Februari nanti,” ujar Kevin, menambahkan bahwa kondisi ini semakin memperburuk situasi para nelayan.
Selain cuaca yang buruk, alat tangkap ikan juga mengalami kerusakan parah. Banyak jaring yang robek akibat terjangan ombak besar, tali jangkar dan pancing yang putus, serta bubu ikan yang hilang.
"Kalau begini, bagaimana kami bisa melaut? Cuaca buruk, peralatan rusak, dan beberapa kapal juga bocor akibat terbentur karang," ujar Kevin.
Tangkapan ikan pun menurun drastis dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Kevin mengungkapkan, meskipun ada keinginan untuk tetap melaut, biaya operasional seperti bahan bakar yang mahal dan peralatan yang rusak membuat mereka merugi.
"Masalahnya, tangkapan berkurang, peralatan rusak, bahan bakar mahal. Kalau dipaksakan melaut, ujung-ujungnya kami juga yang rugi," tuturnya.
Senada dengan Kevin, nelayan lainnya, Ishak (41), juga mengungkapkan kesulitan finansial yang dihadapi akibat tidak bisa melaut selama beberapa hari.
“Kalau tabungan kami habis, terpaksa kami harus meminjam. Mudah-mudahan cuaca membaik, dan kami bisa segera melaut untuk mengembalikan pinjaman,” ujarnya.
Beberapa nelayan, yang tak punya pilihan lain, terpaksa melaut meski dengan peralatan yang kurang memadai dan utang yang belum terbayar.
“Hari ini ada sekitar tiga kapal yang memaksa melaut, termasuk sepupu saya. Kami tidak punya pilihan lain,” kata Ishak.
Para nelayan ini berharap ada bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kota Bengkulu maupun Provinsi. Mereka berharap bisa mendapatkan bantuan berupa alat tangkap ikan yang rusak, karena biaya untuk menggantinya cukup besar.
"Kami tidak berharap banyak soal sembako atau uang. Kami hanya butuh alat tangkap ikan untuk bisa bekerja dan mencari nafkah,” tutup Kevin.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla