Alankanews.com,Mukomuko--Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Mukomuko mencatat bahwa hingga awal tahun 2025, terdapat dua desa yang masih berada dalam kategori rawan pangan. Kedua desa tersebut adalah Desa Selandak di Kecamatan Teramang Jaya dan Desa Gajah Makmur di Kecamatan Malin Deman, Jumat (10/01/2025).
Kepala DKP Kabupaten Mukomuko, Elxandy Ultria Dharma, STP., MecDev, menyampaikan bahwa kedua desa ini masih termasuk dalam kategori rawan pangan berdasarkan peta ketahanan dan kerentanan pangan atau Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) tahun 2024.
“Dua desa ini masih masuk dalam kategori kerawanan pangan, yang seharusnya menjadi prioritas dalam pembangunan agar tidak ada lagi desa yang rawan pangan. Akses mobilisasi menjadi penyebab utama kerawanan pangan di daerah ini,” ujar Elxandry.
Selain masalah aksesibilitas, kedua desa ini juga mengalami kekurangan dalam persediaan lahan pangan dan belum memiliki badan usaha atau usaha perorangan yang bergerak di bidang pangan. Selain itu, desa-desa tersebut juga belum memiliki akses yang memadai terhadap sumber air bersih dan tenaga medis.
“Di kedua desa ini, bisa dikatakan tidak ada persediaan lahan pangan. Begitu juga, tidak ada usaha di bidang pangan dan petugas kesehatan,” tambahnya.
Elxandy menambahkan bahwa kedua desa ini sudah masuk dalam kategori kerawanan pangan sejak beberapa tahun lalu, dan pihaknya telah menyampaikan masalah ini kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis agar mengambil langkah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Namun, hingga 2024, kedua desa tersebut belum menjadi prioritas dalam pembangunan oleh beberapa OPD teknis.
“Jika melihat akses jalan, kami lihat sudah mulai dibangun sejak tahun lalu dan tahun ini berlanjut untuk pembangunan jembatan. Namun, pengembangan lahan pertanian hortikultura dan tenaga medis masih belum terlihat ada program untuk dua desa ini,” jelasnya.
Elxandy menegaskan bahwa masalah kerawanan pangan di kedua desa ini telah menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Mukomuko, dan diharapkan OPD terkait dapat mengambil peran lebih aktif untuk mengurangi kerawanan pangan di daerah tersebut.
“Untuk tahun ini, Desa Lubuk Selandak akan dibangun jembatan sebagai akses penghubung desa. Begitu juga dengan Desa Gajah Makmur, yang juga telah mendapat perhatian untuk pembangunan akses jalan. Namun, dukungan dari OPD lainnya untuk dua desa ini masih belum terlihat tahun ini,” tutupnya.
Penulis : Elvina Rosa
Editor : Andrini Ratna Dilla