Pembangunan SPAM Kobema Bengkulu Belum Rampung, Proyek Diharapkan Selesai Tahun 2025

Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso ST MSi, di Bengkulu, Jumat (10/01/2025).Foto:Aisyah/Alankanews.com

Alankanews.com,Provinsi Bengkulu--Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional yang mencakup Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, dan Seluma (Kobema) sebagai bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) belum sepenuhnya selesai, meskipun semula ditargetkan rampung pada Desember 2024. Pekerjaan proyek tersebut masih berlangsung, terutama pada pembangunan infrastruktur pendukung, Jumat (10/01/2025).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso ST MSi, mengungkapkan bahwa meskipun kewajiban Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam proyek ini, yakni pembangunan rumah intake, telah dilakukan, namun beberapa infrastruktur pendukung, seperti pelindung mesin untuk PDAM, masih belum selesai.

"Pekerjaan yang belum selesai adalah pembangunan rumah intake yang menjadi tanggung jawab provinsi," ujar Tejo.

Tejo menjelaskan, proyek rumah intake senilai Rp 3 miliar masih dalam proses pengerjaan, namun dirinya optimis bahwa pembangunan pelindung mesin pompa air tersebut bisa segera diselesaikan pada tahun ini.

Selain Pemprov Bengkulu, Pemerintah Kota Bengkulu, Seluma, dan Benteng juga memiliki tanggung jawab yang telah disepakati dalam kerjasama proyek SPAM Kobema ini.

"Sesuai kesepakatan, target penyelesaian proyek ini lima tahun. Saat ini kita sudah memasuki tahun kedua, jadi masih ada waktu tiga tahun lagi bagi kabupaten/kota untuk merealisasikan komitmennya," tambah Tejo.

Setelah pembangunan fisik SPAM Kobema selesai, proyek ini akan memasuki tahap komisioning, yang meliputi uji coba sistem dari perencanaan, desain, konstruksi, hingga instalasi.

 "Pekerjaan fisik SPAM Kobema sudah selesai, sekarang tinggal tahap komisioning karena ini adalah proyek bersama," jelas Tejo.

Komisioning SPAM Kobema akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh sistem berfungsi dengan baik. Tahap pertama uji coba akan dilakukan oleh Balai Sungai VIII yang akan menguji penyaluran air dari sumber air hingga ke infrastruktur yang menjadi kewenangan Balai Cipta Karya.

"Balai Sungai VIII akan menguji coba penyaluran air dari buangan sungai Musi hingga ke infrastruktur yang dikelola oleh Balai Cipta Karya. Uji coba ini bertujuan untuk memastikan aliran dan tekanan air dari pusat pengairan sudah sesuai dengan ketentuan," tutup Tejo.

Setelah tahap pertama berhasil, uji coba dilanjutkan pada infrastruktur yang dibangun oleh Balai Cipta Karya, termasuk pengujian jaringan pipa distribusi yang mengalirkan air ke Kota Bengkulu, Seluma, dan Benteng. Jika seluruh tahap komisioning berhasil tanpa kebocoran, maka sistem SPAM Kobema diharapkan dapat beroperasi dengan menggunakan tekanan air atau gravitasi tanpa mesin.

Penulis : Aisyah Aprielia Lupti

Editor : Andrini Ratna Dilla