Alankanews.com,Provinsi Bengkulu--Pemerintah Provinsi Bengkulu mengerahkan alat berat di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi bencana longsor yang mungkin terjadi akibat musim hujan. Fokus utama penjagaan adalah pada ruas jalan provinsi Bengkulu Utara-Lebong dan Rejang Lebong-Lebong, yang dikenal rentan terhadap longsor, terutama selama musim hujan, Jumat (13/12/2024).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, menyampaikan bahwa alat berat akan disiagakan hingga usai perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Langkah ini diambil untuk memastikan akses jalan tetap terbuka bagi masyarakat yang berlibur selama periode liburan tersebut, mengingat risiko terputusnya jalan akibat longsor.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca buruk yang disertai dengan angin kencang. Ia mengimbau agar masyarakat menghindari berada di dekat pohon besar yang sudah tua dan berhati-hati saat berkendara di jalan-jalan rawan pohon tumbang.
BPBD Provinsi Bengkulu, bersama dengan BPBD kabupaten dan kota, terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap potensi bencana alam di wilayah masing-masing. Herwan menekankan pentingnya langkah antisipasi dan peringatan dini untuk meminimalkan korban akibat cuaca ekstrem.
"Langkah antisipasi sangat penting kami lakukan. Terutama terkait peringatan dini, dalam bencana alam," ujarnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bengkulu menjelaskan bahwa angin kencang dan hujan lebat yang terjadi belakangan ini dipengaruhi oleh pembentukan bibit siklon di Samudra Hindia. Kondisi ini diperburuk oleh kedekatan Bengkulu dengan wilayah perairan yang sedang mengalami gangguan atmosfer.
"Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya angin kencang dan hujan lebat, yang diperburuk oleh kedekatan Bengkulu dengan wilayah perairan yang sedang mengalami gangguan atmosfer," ujar Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Pulau Baai Bengkulu Rudi Wahyu
Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Pulau Baai Bengkulu, Rudi Wahyu, menyebutkan bahwa puncak musim hujan di Bengkulu diperkirakan terjadi pada Desember 2024 hingga Januari 2025, akibat angin Muson Barat yang membawa kelembapan tinggi dari Asia. Selain itu, fenomena NGO (Gelombang Atmosfer Non-Oscilasi) turut mempengaruhi cuaca buruk di wilayah tersebut.
Rudi Wahyu mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang dan hujan lebat yang bisa terjadi secara tiba-tiba, serta memperhatikan perubahan cuaca yang cepat.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla